Transaksi digital terus meningkat penigkatan sebesar 31% pada tahun 2017. [Pict : Ilustrasi]

NEWSWANTARA – Pasar digital di Indonesia berkontribuasi sebesar US$ 81 miliar atau sekitar 40,5% khususnya di kawasan Asia Tenggara. Sebuah riset yang dikeluarkan oleh Google dan Temasek mengatakan bahwa pasar digital diproyeksikan mencapai US$ 200 miliar pada 2025. Ini akan memberi peluang bagi Indonesia dalam memaksimalkan potensi pasar digital yang ada.

Baca juga : 

Managing Director Google Indonesia Tony Keusgen mengatakan pertumbuhan pasar digital  di Indonesia bisa mengubah keadaan ekonomi 10 tahun mendatang. Melalui penelitian yang dilakukan Global Connectivity Index (GCI) 2016, diketahui bahwa Indonesia termasuk negara dengan angka rata-rata konektivitas nasionalnya yang terus membaik.

Riset Google juga memprediksi potensi e-commerce Indonesia mencapai 52% di Asia Tenggara. Hal itu didorong oleh populasi kelas menengah yang besar dan peningkatan akses ke internet, sehingga pasar e-commerce Indonesia akan tumbuh 39% per tahun dari US$ 1,7 miliar tahun 2015 menjadi US$ 46 miliar pada 2025.

Kontribusi pasar digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus meningkat sejak 2016, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan ini karena Indonesia merupakan pasar yang cukup potensial di sektor ekonomi digital. Pada 2018, kontribusi pasar digital diestimasi mencapai 10%, menurut riset Center for Indonesian Policy Studies (CIPS).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2016 kontribusi pasar digital terhadap PDB Indonesia adalah 3,61%. Pada 2017 meningkat menjadi 4 persen. Tingginya potensi sektor ekonomi digital di Indonsia ini juga didukung dengan terjangkaunya biaya internet dan penjualan yang menjadi di Indonesia dengan aktivitas penggunaan internet yang tinggi

Upaya pemerintah dalam meningkatkan ekonomi digital juga tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi XIV dimana pemeritah ingin menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2020. Sebanyak 71 juta pengguna smartphone diharapkan akan melahirkan 1.000 technopreneurs.

Terdapat tiga faktor utama yang mendorong industri e-commerce. Pertama, kondisi demografi Indonesia yang didominasi anak muda. Saat ini, kebiasaan anak muda dalam berbelanja berubah dari manual ke digital. Kedua, penggunaan telepon seluler yang semakin tinggi, di mana saat ini pengguna smartphone mencapai 100 juta.

penetrasi pemakaian internet cukup tinggi yang mencapai 50% masyarakat Indonesia sudah familiar dengan internet menjadi faktor ketiga potensialnya pasar digital di IndonesiaData Bank Indonesia pada 2017 menjelaskan bahwa nilai transaksi e-commerce di Indonesia yang terus meningkat dalam 4 tahun terakhir.

Kenaikan nilai transaksi e-commerce ini juga diikuti adanya peningkatan nilai transaksi pangsa e-commerce terhadap ritel yang juga terus merangkak naik dengan proyeksi 3,1 persen di tahun 2017. Tidak menutup kemungkinan pertumbuhan ekonomi di Indonesia kedepannya akan banyak disokong dari sektor ekonomi digital.

Berikan Komentar Anda

avatar