pict : cnnindonesia.com

NEWSWANTARA – Pasar industri pengolahan produk susu di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Dengan potensi yang cukup besar tersebut diharapkan produsen susu olahan di Indonesia mampu berperan ganda dalam pemenuhan kebutuhan susu dan peningkatan perekenomian nasional.

Pertama, perusahaan produsen susu olahan harus berperan secara aktif untuk mencukupi kebutuhan gizi dan meningkatkan tingkat konsumsi susu per kapita masyarakat Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, sejauh ini, konsumsi susu per kapita di Indonesia mencapai 12,1 kg per tahun.

Konsumsi susu per kapita di Indonesia tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan negara negara di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia 36,2 kg/kapita/tahun, Myanmar 26,7 kg/kapita/tahun, Thailand 22,2 kg/kapita/tahun dan Philipina 17,8 kg/kapita/ tahun.

Peran kedua yang harus dimainkan oleh perusahaan produsen susu olahan adalah secara ekonomi, yakni menyerap hasil susu segar produksi dari peternak sapi, serta mengolah produk susu sapi yang berkualitas ekspor.

Sementara itu, kebutuhan bahan baku susu segar dalam negeri sendiri untuk produk susu olahan saat ini sekitar 3,8 juta ton (setara susu segar) per tahun. Dari dalam negeri, hanya mampu memasok bahan baku susu segar 798.000 ton (21 persen) sehingga sebagian besar masih harus diimpor yakni 3 juta ton (79 persen) dalam bentuk Skim Milk Powder, Anhydrous Milk Fat, dan Butter Milk Powder dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Kekurangan bahan baku tersebut merupakan sebuah peluang sekaligus menjadi tantangan bagi usaha peternakan sapi perah di dalam negeri untuk meningkatkan produksi dan mutu susu segar, sehingga secara bertahap kebutuhan bahan baku susu untuk industri susu olahan dapat ditingkatkan.

Kementerian Perindustrian telah menetapkan industri pengolahan susu sebagai salah satu industri prioritas untuk dikembangkan lebih jauh sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2015 Tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN).

Disamping itu, pemerintah telah memberikan beberapa kebijakan fasilitas bagi industri susu olahan antara lain, pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk produsen susu segar hingga pemberian tax allowance dan tax holiday.

Pemberian fasilitas Tax Allowance diharapkan dapat memberi manfaat yang cukup besar bagi pengembangan industri produk susu olahan. Dengan pemberian beberapa fasilitas kemudahan tersebut diharapkan kedepannya dapat meningkatkan jumlah investasi di dalam negeri.

Berikan Komentar Anda

avatar