kegiatan bongkar muat pada proses ekspor - impor di pelabuhan peti kemas. [Pict : stc.co.id]

NEWSWANTARA – Beberapa tahun belakangan kinerja ekspor dalam negeri mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor dalam negeri per Agustus turun sebesar 2,90% menjadi USD 15,82 miliar dibandingkan Juli 2018 yang mencapai USD 16,29 miliar. Begitu juga dengan ekspor nonmigas pada Agustus 2018 mencapai USD 14,43 miliar, turun 2,86% dibanding Juli 2018.

Baca juga : 

Penurunan harga komoditas yang sebelumnya merupakan unggulan ekspor Indonesia menjadi penyebab utama dari penurunan nilai ekspor Indonesia. Memperluas pasar menjadi pilihan yang harus dilakukan pemerintah. Selain itu, memperkuat industri manufaktur serta diversifikasi produk agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen dibutuhkan dalam pengoptimalan kinerja ekspor.

Potensi Indonesia yang dianugerahi sumber daya alam (SDA) yang melimpah menjadi kewajiban bersama untuk bisa digunakan secara optimal. Perencanaan teknis dalam perencanaan dapat membantu peningkatan nilai tambah pada produk ekspor sehingga mempunyai daya saing.

Infrastruktur energi juga menjadi mutlak bagi peningkatan daya saing dan produktivitas industri. Gas alam misalnya yang dibutuhkan cukup banyak industri sebagai bahan baku dalam proses produksi yang telah tersedia di alam Indonesia. Nyatanya ketersedia gas ini masih belum bisa dioptimalkan untuk dijadikan produk ekspor unggulan.

Ketersediaan dan harga gas industri yang kompetitif menjadi menjadi persoalan dalam persaingan global dan infrastruktur yang harus dimaksimalkan. Industri nasional dari beberapa sektor strategis telah mampu menyerap tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang cukup besar hingga melampaui 50 persen.

Penggunaan TKDN akan mendorong daya saing produk dalam negeri. Sebagai upaya optimalisasi penggunaan produk dalam negeri sehingga proyek nasional juga dapat menjadi ajang penyerapan tenaga kerja lokal sekaligus penghemat devisa. Perencanaan teknis untuk program harus dilaksanakan dalam persiapan melalui rencan yang tersingkronisasi.

Menyediakan berbagai produk yang dibutuhkan, memperkirakan kapan produk tersebut dibutuhkan terangkum pada rencana teknis yang harus segera dilaksanakan. Kementerian Perindustrian harus fokus memacu program hilirisasi industri. Hilirisasi industri ini akan membawa efek pada peningkatan terhadap nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja, serta penerimaan devisa melalui ekspor. (Nws©)


dikelolah dari berbagai sumber