Solar B20
Bahan bakar solar B20 (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Mulai awal September 2018, pemerintah bergerak cepat dengan meluncurkan perluasan mandatori pencampuran biofuel ke seluruh produk solar di Indonesia sebesar 20%, atau yang dikenal dengan Biodiesel 20 (B20).

Kebijakan ini tentunya cukup relevan untuk menahan pelemahan rupiah yang telah menembus level angka Rp 14.700 per dolar AS, sekaligus menyerap produksi minyak kelapa sawit di dalam negeri. Kebijakan ini juga akan membuat fundamental ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Lantas apa yang dimaksud dengan B20?

Biodisel atau yang lebih familiar dikenal dengan nama solar, mulai awal september 2018 mulai diimplementasikan oleh pemerintah, dimana nantinya bahan bakar solar akan dicampurkan dengan 20% Fatty Acid Methyl Ester (FAME) atau minyak sawit bahan baku oleochemical.

(Baca Juga: Prospek Sawit Indonesia)

Sawit merupakan produk ekspor unggulan Indonesia. Indonesia merupakan produsen dan eksportir sawit terbesar di dunia. Kapasitas CPO (minyak sawit mentah) nasional mencapai 38 juta ton pada tahun 2017. Sebanyak 7,21 juta ton di antaranya untuk keperluan ekspor dan kebutuhan pangan nasional sebesar 8,86 juta ton. Untuk itu, jika sawit dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sebagai campuran biodisel, otomatis Indonesia bisa mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), selain itu juga mampu menghemat devisa negara.

Penggunaan B20 diwajibkan kepada kendaraan bersubsidi atau public service obligation (PSO) seperti kereta api dan juga nantinya, B20 akan wajib digunakan pada kendaraan non-PSO seperti alat-alat berat di sektor pertambangan, traktor atau ekskavator, termasuk juga diperluas ke kendaraan-kendaraan pribadi.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi B20 menembus 12 juta kiloliter (KL) tiap tahunnya. Sementara itu pada 2018 volume penggunaan B20 adalah 4.09 juta KL dengan angka penghematan devisa negara sebesar 2.19 miliar dolar AS, dan pada tahun 2019 diprediksi angka penggunaan B20 dapat mencapai 6.65 KL dengan penghematan devisa sebesar 3.55 miliar dolar AS.

Berikan Komentar Anda

avatar