Industri Galangan Kapal di Indonesia
Industri Galangan Kapal di Indonesia [Istimewa]

NEWSWANTARA – Potensi galangan kapal Indonesia sudah cukup mumpuni untuk memproduksi kebutuhan kapal dalam negeri. Termasuk, untuk ikut ambil bagian dalam membangun dan memperkuat pendukung jajaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia. Potensi angkutan laut di Indonesia begitu besar yang memungkinkan untuk produksi di dalam negeri.

Luas perairan di Indonesia yang merupakan modal utama dalam mengembangkan industri perkapalan nasional. Laut Indonesia mencakup 5,8 juta kilometer persegi yang terdiri dari perairan teritorial seluas 300 ribu kilometer persegi. Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seluas 2,7 juta kilometer persegi, serta lebih dari 17.500 pulau.

Baca juga : 

Pemerintah di bawah Presiden Jokowi telah mengalokasikan anggaran dalam pembangunan moda transportasi laut dalam negeri. Menegaskan visi pemerintahannya dalam lima tahun untuk menitikberatkan pada sektor maritim. Kondisi geografis Indonesia sangat memungkinkan sektor kelautan dan maritim menjadi ujung tombak dalam pembangunan ekonomi nasional.

Memenuhi kebutuhan inilah yang membuka peluang dalam pengembangan galangan kapal di Indonesia. Pembangunan ini akan meningkatkan galangan kapal nasional dalam memenuhi moda transportasi laut di dalam negeri. Momentum ini semestinya dapat dimanfaatkan oleh industri perkapalan nasional.

Melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pembangunan dari tujuh galangan kapal yang ada saat ini. Galangan tersebut ada di beberapa lokasi di Batam, misalnya, akan dibangun oleh PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk (APOL), sementara di Jawa Timur dibangun oleh PT Daya Radar Utama serta PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Ada pula yang dibangun di Karimun, Lampung, serta Madura.

Penyediaan proyek gas lepas pantai juga akan mendorong industri galangan kapal. Pengembangan sektor ini akan meningkatkan kapasitas galangan kapal di Indonesia. Pengembangan Blok Masela dengan skema floating liquified natural gas (FLNG) misalnya, Hal ini akan membantu dalam pengembangan untuk proses finalisasi pabrikasi fasilitas FLNG.

Pangsa pasar kapal dunia menjadi kian besar sejak diberlakukannya peraturan baru keamanan pelayaran safety of life at sea (SOLAS). Tidak heran jika banyak negara berlomba-lomba menggairahkan produksi kapal, termasuk juga Indonesia. Saat itu Indonesia masuk dalam jajaran 22 negara pembangun kapal di dunia.

Majunya industri galangan kapal akan meningkatkan perekonomian suatu negara. Singapura contohnya yang menjadikan industri perkapalan sebagai salah satu sektor dominan dalam struktur pendapatan negara. Industri galangan kapal Indonesia memiliki potensi besar dalam industri strategis kedepannya.


Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

avatar