Pict : merdeka.com

NEWSWANTARA – Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri dari etnik, budaya, ras dan agama yang berbeda-beda dengan berlandaskan nilai pancasila sebagai ideologi negara. Begitu pula dengan makanan yang dikomsumsi, setiap provinsi atau pulau memiliki makanan pokok tersendiri. Namun makanan pokok pada umumnya orang Indonesia adalah nasi. Negara kepualaun terbesar di dunia yang dilewati oleh garis khatulistiwa dengan banyaknnya gunung berapi membuat Indonesia di karuniai tanah yang subur.

Kesuburan tanah yang dimiliki Indonesia mampu menciptakan swasembada beras pada tahun 1969 hingga 1984 untuk mencukupi kebutuhan pangan nasional. Indonesia merupakan negara agraris penghasil komoditas pangan terbesar. Seiring dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia, maka permintaan pangan semakin meningkat. Peningkatan ini akan diikuti dengan peningkatan produksi beras dalam negeri.

Benua Asia juga merupakan tempat tinggal dari para petani yang memproduksi sekitar 90% dari total produksi beras dunia. Suplai beras internasional berasal hanya dari tiga negara eksportir beras saja, yakni Thailand, India dan Vietnam. Indonesia yang menjadi negera terbesar ketika memproduksi beras terbanyak di dunia, masih tetap merupakan negara importir beras. Situasi ini disebabkan karena para petani menggunakan teknik-teknik pertanian yang tidak optimal ditambah dengan konsumsi per kapita beras yang besar (oleh populasi yang besar sebesar 250 juta jiwa).

Ketersediaan lahan padi seluas 700 ribu hektare dalam periode Oktober 2014 hingga Maret 2015. Stok beras nasional itu diperoleh dari sekitar 17-19 juta petani dari 10 provinsi yang ada di Indonesia diantaranya adalah, Jawa Timur (1,1 juta ton), Jawa Tengah (779 ribu ton), Jawa Barat (540 ribu ton), Sulawesi Selatan (490 ribu ton), NTB (155 ribu ton), DKI Jakarta dan Banten (86 ribu ton), Lampung (69 ribu ton), Sumatera Selatan (68 ribu ton), DI Yogyakarta (66 ribu ton) dan DI Aceh (46 ribu ton).

Pict : metrolangkat-binjai.com
Pict : metrolangkat-binjai.com

Tercatat ada kenaikan tambahan luas lahan pertanian padi sebesar 700 hektare. Dengan angka itu diperkirakan bisa mencapai produksi tiga juta ton. Selain itu, untuk meningkatkan produksi pangan, pemerintah juga akan membangun food estate (kawasan pertanian), dan pelaksanaan program hilirisasi pertanian. Kawasan pertanian yang direncanakan untuk membuka lahan baru di Kalimantan Barat seluas 500.000 hektare. Untuk jenis tanaman pangan yang akan dikembangkan di kawasan pertanian selain padi meliputi jagung dan kedelai.

Pentingnya melihat pertanian dan pangan sebagai suatu sektor tersendiri, maka perlu melihat juga pertanian dan pangan dalam konteks Indonesia secara keseluruhan. Ketersediaan lahan pertanian berkorelasi positif dengan keberhasilan suatu negara dalam melakukan transformasi ekonomi, keberhasilan transformasi ekonomi akan mempercepat peningkatan luas lahan usaha tani bagi setiap petani di Indonesia.

Indonesia perlu mengubah tren alokasi lahan dari lahan hutan untuk perkebunan kelapa sawit ke lahan hutan untuk pembangunan pertanian pangan berbasis petani. Indonesia perlu membangun aneka ragam industri pangan serta memanfaatkan sumber daya kelautan untuk melengkapi ketahanan pangan berbasis lahan darat yang status ‘kurang’ akibat dari pengalihan fungsi lahan.


Sumber : indonesia investments.

Berikan Komentar Anda

avatar