Era industri 4.0 memungkinkan robot akan menjadi pekerja, Presiden Joko Widodo dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berkunjung ke pameran Industrial Summit 2018 gunu melihat perkembangan teknologi industri nasional. [Pict : ANTARA Foto]

NEWSWANTARA – Dunia sudah memasuki industri 4.0 dimana ditandai pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet of things, big data, hingga robot dalam pengoprasian industri. Traspormasi industri ini bisa mendatangkan kesempatan bahkan tantangan bagi Indonesia di tengah perkembangan global.

Industri 4.0 adalah fase dalam perkembangan dunia industri yang dimulai dari Industri 1.0. Industri 1.0 ini ditandai dengan ditemukannya mesin uap yang kemudian dilanjutkan pada Industri 2.0. fase dimana adanya rantai produksi yang diproduksi secara massal. Ditemukannya komputer menandakan dunia memasuki era industri 3.0.

Baca juga : Menggali Potensi Industri Galangan Kapal di Indonesia 

Revolusi industri 4.0 membuka kesempatan dan memberi tantangan baru bagi setiap negara agar bisa bertahan dalam persaingan global yang kompetitif. Indonesia termasuk menjadi negara harus siap menghadapi revolusi industri 4.0. tentu kompetisi baru ini harus ditopang dengan dukung pemerintah.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menyatakan terdapat 5 sektor industri yang akan ditonjolkan dalam kompetisi industri ini. Yakni industri makanan dan minuman, elektronik, otomotif, tekstil, alas kaki, dan industri kimia yang menjadi fokus pengembangnya.

Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Karakteristik Generasi Milenial 

Meningkatnya indek daya Indonesia membawa langka positif bagi Indonesia. Indeks daya saing Indonesia menurut Global Competiveness Index (GCI) 2017-2018 berada di ranking ke 36 dari 137 negara. Peringkat tersebut menanjak 10 peringkat dari posisi sebelumnya di periode 2015-2016 yang masih berada di posisi 62.

Prestasi ini tentu memberi semangat baru menyikapi industri 4.0. Perekonomian dunia sudah bergeser ke perekonomian berbasis teknologi informasi memberi tantangan baru bagi negara. Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkan jaringan infrastruktur 5G untuk mendukung pelaksanaan industri 4.0.

Jaringan ini dinilai penting karena era digitalisasi membutuhkan akses data internet cepat.

Revolusi industri 4.0 justru akan membuka kesempatan kerja yang lebih luas serta membangun pekerjaan manusia menjadi lebih cepat dan mudah. Tentu dengan kesiapan SDM yang mumpuni. Sinergi antar lembaga dalam hal ini sangat membantu dalam mencetak SDM yang memiliki daya saing yang tinggi.

Pemerintah telah membentuk Komite Industri Nasional melalui Kementerian Perindustrian. Komite ini akan memperkuat kerja sama dan memfasilitasi penyelarasan di antara kementerian dan lembaga terkait dengan para pelaku industri dalam negeri agar Indonesia mampu kompetitif memasuki era digital ini.

Berikan Komentar Anda

avatar