Alun-alun Kota Mojokerto
Alun-alun Kota Mojokerto

NEWSWANTARA – Kota Mojokerto berdiri pada tanggal 20 Juni 1918. Penetapan tanggal tersebut didasarkan pada dokumen Staatsblad Gubernur Jenderal Hindia Belanda tahun 1918 Nomor 24 tentang status Kota Mojokerto sebagai Staadsgemente (Dipimpin oleh Walikota). Pada tahun 1918 sampai dengan saat ini jumlah pejabat Walikota Mojokerto silih berganti dari masa ke masa.

Tidak Jauh dari Kota Mojokerto sekitar 10 km ke arah barat daya terdapat situs ibukota Kerajaan Majapahit yaitu kawasan Trowulan. Kawasan ini diduga kuat merupakan pusat ibukota Majapahit pada masa Hindu. Kota Mojokerto merupakan jalur transportasi penting baik darat maupun air yang menghubungkan pusat ibukota Majapahit dengan wilayah kekuasaannya di bagian timur dan Utara.

Sungai Brantas yang melintasi Kota Mojokerto merupakan jalur utama transportasi air pada masa Majapahit, hal ini dibuktikan dengan adanya Pelabuhan Canggu sekitar 4 KM di timur laut Kota Mojokerto. Sejarah Majapahit di Kota Mojokerto juga terekam dari adanya beberapa situs purbakala.

Kota Mojokerto dikenal sebagai Kota Onde-onde. Onde-onde merupakan makanan khas produksi Kota Mojokerto sejak puluhan tahun lalu yang berbahan baku ketan, kacang hijau dan wijen. Makanan khas ini dapat dijumpai di berbagai sudut kota. Selain itu juga terdapat keciput. Makanan ini sebangsa onde-onde tapi dengan ukuran yang lebih kecil digoreng kering dan rasanya cukup lezat.

Wilayah Kota Mojokerto memiliki luas 16.465 hektar atau 16,46 km2 dengan ketinggian rata-rata 22 meter dari permukaan laut, 53% wilayahnya berupa lahan terbangun yang dipergunakan untuk perumahan, perkantoran, perdagangan dan fasilitas umum lainnya, sedangkan 47% sisanya merupakan lahan tidak terbangun meliputi persawahan, perkebunan dan ruang terbuka hijau.

Baca Juga:

Jenis tanah di Kota Mojokerto tergolong subur, sebagian besar terdiri dari tanah aluvial dan grumusol yang sangat baik untuk usaha pertanian karena banyak mengandung mineral bagi tumbuh-tumbuhan.

Sekalipun lahan pertanian di Kota Mojokerto terus berkurang, (terdesak oleh perkembangan perumahan, industri perkantoran dan perdagangan) namun usaha pertanian tetap dikembangkan di Kota Mojokerto dan diarahkan pada konsep agribisnis.

Pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto pada tahun 2011-2014 masing-masing adalah 6,62% 7,11% dan 6,86% pertumbuhan sebesar itu sebenarnya termasuk pertumbuhan yang tinggi mengingat beberapa tahun sebelumnya perekonomian Kota Mojokerto cenderung labil sebagai dampak terjadinya krisis ekonomi.

Perubahan harga dari produksi dan biaya produksi dapat dilihat dari besaran inflasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Secara total inflasi PDRB kota mojokerto tahun 2012 pada angka 5,32%. Pada tahun 2013 inflasi PDRB jadi 5,31%. pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto tahun 2014 sebesar 5,76%. Inflasi PDRB merupakan perubahan harga yang terjadi di tingkat produsen sehingga index yang dihasilkan adalah index harga produsen.

Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha informasi dan komunikasi sebesar 7,87% disusul lapangan usaha perusahaan jasa sebesar 7,09% dan usaha jasa kesehatan, kegiatan sosial sebesar 6,48%, Asuransi dan keuangan 6,27%, makanan dan minuman 6,26%, serta konstruksi 6,02%.

Industri sandal dan sepatu bisa dikatakan sebagai indrustri utama di Kota Mojokerto, tercatat lebih dari 100 unit industri sandal dan sepatu ada di Kota Mojokerto baik formal maupun informal, baik yang berskala kecil, sedang, maupun besar, produksinya sudah dipasarkan ke berbagai daerah di nusantara bahkan tidak sedikit yang telah diekspor ke berbagai negara terutama ke negara-negara Eropa, Amerika dan Timur Tengah.

Terhadap keberadaan industri sandal sepatu ini pemerintah kota Mojokerto mendukung penuh melalui berbagai upaya diantaranya untuk penguatan modal, peningkatan keterampilan teknis, penguatan kelembagaan serta merek dan hak cipta.

Produk miniatur kapal perahu merupakan salah satu produk kerajinan unggulan Kota Mojokerto. Jenis miniatur kapal dan perahu yang dihasilkan cukup beragam mulai kapal perahu tradisional sampai yang modern. Pemasarannya juga sudah menjangkau kota-kota besar di Indonesia bahkan diekspor ke luar negeri serta sudah jadi salah satu ikon souvenir untuk Anda yang berkunjung ke Jawa Timur.

Berikan Komentar Anda

avatar