Pict : bisnis.com

NEWSWANTARA – Industri Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor baru yang saat ini tengah menjadi bahan kajian serius oleh pemerintah untuk dikembangkan sebagai salah satu lokomotif dalam peningkatan ekonomi nasional. Industri kreatif ditandai dengan berkembangnya ide dan keterampilan individu sebagai modal utama.

Industri kreatif memiliki pengaruh pada perekonomian nasional yang cukup signifikan. Data dari Studi Pemetaan Industri Kreatif 2007 yang dilakukan oleh Departemen Perdagangan RI menyebutkan, kontribusi industri kreatif pada PDB tahun 2002-2006 rata-rata sebesar 6,3 persen dan mampu menyerap 5,4 juta tenaga kerja. Pada 2019 mendatang industri kreatif Indonesia diprediksikan akan mampu menyaingi industri kreatif Korea Selatan.

Industri kreatif dipercaya mampu untuk memberikan kontribusi positif bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional, penyerapan tenaga kerja dan arus masuk devisa negara. Industri kreatif juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan jati diri bangsa. Industri kreatif merupakan kegiatan usaha yang fokus pada kreasi dan inovasi.

Saat ini, terdapat 16 subsektor industri kreatif yang akan terus dikembangkan, yakni televisi, seni pertunjukan, seni rupa, musik, radio, aplikasi game, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, penerbitan, fotografi, desain produk, fesyen, film dan animasi video, kriya, dan kuliner.

Pada 2015 lalu, industri kreatif memberikan kontribusi bagi Produk Domestik Bruto (PDB) berkisar 7,05 persen atau senilai Rp 642 triliun. Kontribusi tersebut berasal dari usaha kuliner yakni sekitar 32,4 persen diikuti dengan mode 27,9 persen dan kerajinan 14,88 persen. Selain itu, industri kreatif menempati posisi keempat dalam penyerapan tenaga kerja yang mencapai 11,8 juta orang.

Sementara itu pada bidang teknologi informasi (TI), Presiden Joko Widodo juga telah mencanangkan visi untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan proyeksi nilai transaksi e-commerce mencapai USD 130 miliar dan menghasilkan 1.000 teknopreneur, pada tahun 2020 mendatang. Selain itu, Indonesia memiliki kekayaan adat istiadat, serta kearifan lokal lainnya.

Kekayaan budaya yang beragam dan bervariasi merupakan sumber inspirasi dalam mengembangkan industri kreatif dalam negeri dan potensinya makin besar bila didukung dengan kemajuan teknologi. Konsumen dalam negeri juga perlu memberikan dukungan dan kecintaannya terhadap produk dalam negeri. Hal tersebut akan mampu menyokong kemampuan pelaku industri kreatif menjadi tuan di negeri sendiri.

Saat ini Pemerintah juga tengah mengupayakan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal kepada pelaku industri kreatif sebagai langkah dalam mendukung dan mengembangkan industri kreatif guna meningkatkan ekonomi nasional.

Berikan Komentar Anda

avatar