Sumber: Bisnis.com

NEWSWANTARA – Komitmen pengusaha melakukan investasi di Indonesia meningkat cukup pesat. Hingga kuartal III-2016 investor yang sudah menyampaikan minatnya untuk menanamkan modal di Indonesia itu mencapai Rp 1.800 triliun. Angka ini tumbuh 54% dibandingan periode sama tahun lalu.

Hal tersebut senada dengan apa yang diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanan Penanaman Modal Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis yang memprediksi nilai investasi tersebut akan terealisasi satu hingga dua tahun ke depan.

Optimisme akan kenaikan investasi di Indonesia juga didukung oleh komitmen investasi yang tinggi dan sejalan dengan peningkatan peringkat indeks kemudahan bisnis yang dilakukan oleh World Bank untuk Indonesia menjadi peringkat ke-91.

Baca Juga:

 

Bukan tanpa alasan, optimisme kenaikan investasi juga mengacu pada survei yang dilakukan kepada CEO seluruh dunia. Dalam survey tersebut Indonesia termasuk dalam sembilan negara yang diminati oleh seluruh dunia. Hal tersebut secara jelas menggambarkan Indonesia masih diminati oleh para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Komitmen untuk terus memperbaiki pelayanan di BKPM baik berupa perizinan maupun pengaduan harus turut ditingkatkan. Untuk perizinan, BKPM sudah membuat terobosan baru dengan menerapkan sistem pelayanan izin tiga jam dan saat ini izin tersebut diperluas. Awalnya hanya diberikan kepada perusahaan baru, kemudian nantinya juga akan diberikan kepada perusahaan lama yang ingin memperluas investasinya.

BKPM saat ini juga menangani pengaduan dari investor baik perselisihan antara pemegang saham, perizinan di daerah, persoalan lahan dan persoalan lainnya. Hingga saat ini pengaduan yang masuk pada BKPM sudah ada 95, 43 diantaranya masalah tersebut sudah dapat terselesaikan.

Diperlukan pula komitmen dari pemerintah untuk tetap menjaga agar komitmen ini terealisasi yaitu dengan terus memperbaiki infrastruktur dan juga meminta komitmen untuk menurunkan harga gas. Sebab harga gas merupakan pendukung utama kemajuan industri.

Menurut pandangan Partito Soeharyo selaku Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM, masih banyak yang menghambat investasi, terutama hambatan itu terjadi di daerah baik berupa regulasi, maupun pelaksanaanya. Kedepannya BKPM juga akan terus  meningkatkan koordinasi antara pusat dan daerah supaya terjadi sinkronisasi, dan perbaikan perizinan.


Sumber: Kontan

Berikan Komentar Anda

avatar