pict : boombastis.com

NEWSWANTARA – Meski banyak yang mengenal orang timur indonesia berwatak keras dan diidentikkan dengan kekerasan, namun tidak jika mengenal jauh lebih dekat. Khususnya orang Maluku yang terkenal keloyalan dengan saudara satu bangsa. Mereka akan membantu jika mungkin, menyapa yang walaupun tidak mengenal sebelumnya.

Melihat seperti saudara, padahal belum pernah kenalan dan bertatap muka sekalipun. Orang-orang Maluku memiliki sifat terbuka, bahkan sebelum daerah lain di Indonesia menerima bangsa asing, nenek moyang orang Maluku sudah lebih dulu mengenal bangsa asing seperti Persia, Irak, Turki, Arab, China dan Eropa.

Maluku merupakan salah satu pulau yang ada di Indonesia dikenal secara internasional sebagai Moluccas dan Molukken. Pulau ini dikenal dengan kawasan seribu pulau dan memiliki keanekaragaman budaya serta kekayaan alam yang melimpah. Orang-orang Belanda menyebut pulau ini dengan sebutan tiga emas dari timur yakni Banda, Ternate dan Ambon. Sedangkan bangsa portugis menyebut Ambon, Ternate dan Banda dengan The Spices Island.

pict : sulawesi.bisnis.com
pict : sulawesi.bisnis.com

Pada zaman dahulu, Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbesar di dunia. Cengkeh salah satunya merupakan tanaman rempah-rempah yang berasal dari Maluku yang sudah digunakan selama ribuan tahun oleh masyarakat di sana. Pada abad pertengahan, ternyata harga cengkeh melebihi harga emas di Eropa karana kepopuleran cengkeh Maluku tersebut. Selain itu, potensi sumber daya perikanan  yang dimiliki juga kaya terdiri dari Ikan Pelagis, Demersal dan Biota laut lainnya yang bernilai ekonomi tinggi.

Selain potensi komoditas perikanan yang diuraikan tersebut, di wilayah Maluku terdapat 969 jenis kerang-kerangan yaitu 665 jenis siput dengan 13 jenis yang bernilai ekonomis dan 274 jenis kerang dengan 21 jenis yang bernilai ekonomis. Dari potensi sumber daya Perikanan baru dimanfaatkan sebesar 322.448,4 ton atau 19,81% dari potensi yang ada dengan kata lain perairan laut Maluku memiliki peluang untuk dikembangkan dimasa yang akan datang Potensi perairan umum untuk kegiatan penangkapan maupun budidaya sebesar 1.900 Ha.

Pulau Morotai di Provinsi Maluku Utara yang merupakan Hidden Paradise of East Indonesia, pict : mongabay.co.id
Pulau Morotai di Provinsi Maluku Utara yang merupakan Hidden Paradise of East Indonesia, pict : mongabay.co.id

Kekayaan laut Maluku ini mendapat julukan sebagai ‘Emas Biru’. ini merupakan kata kiasan yang disampaikan Pangdam XVI Pattimura Mayjend. TNI Doni Monardo yang memaknai Emas Biru dengan Potensi Laut Maluku yang begitu besar dan Emas Hijau yang berkaitan dengan Pengelolaan Potensi Kehutanan, Perkebunan. Maluku berada pada 3 Wilayah pengelolaan perikanan yakni Laut Banda, Laut Seram dan Arafuru.

Maluku sejak dahulu terkenal di mata dunia sebagai daerah kaya potensi perikanan dan biota laut (Emas Biru) lewat perjanjian Banda Sea Agreement. Provinsi di bagian Timur Indonesia ini juga dijuluki “seribu pulau” karena geografis wilayah yang terdiri dari 1.340 Pulau dan sebagian besar wilayahnya 94,6% lautan dan 7,6% daratan.

Hal tersebut menandakan bahwa peluang untuk mengembangkan sektor Kelautan dan Perikanan sangatlah besar, Maluku menyumbang 26,52% ikan per tahun dari total produksi nasional sebesar 6,26%. diharapkan kedepan potensi yang terdapat di Maluku dapat teroptimalkan dengan merujuk pada kesejahteraan masyarakat.


Sumber : stasiunpsdkptual

Berikan Komentar Anda

avatar