Ombak Kepulauan Nias
Ombak di Kepulauan Nias menjadi salah satu destinasi surfing yang telah di akui dunia internasional [Pict : Istimewa]

NEWSWANTARA – Kunjungan wisatawan ke Indonesia mengalami tren positif yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) per Juli 2018 mencapai 1,32 juta. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun 2017 yang tercatat 1,14 juta, terjadi peningkatan sebesar 15,21 persen. Salah satu motif kunjungan wisatawan ke Indonesia yaitu surfing.

Olahraga satu ini menjadi salah satu pemikat wisatawan terutama surfer dunia yang penasaran dengan ombak di Indonesia. Kepulauan Mentawai salah satunya yang menjadi spot surfing kelas dunia yang dimiliki dunia. Berada di lepas pantai Sumatera Barat, memiliki lebih dari 49 spot surfing yang eksotis untuk dijejal.

Baca Juga:

Sementara Kepulauan Nias yang ada di wilayah Sumatera Utara, menawarkan gelombang yang seakan memacu adrenalin para peselancar berpengalaman. Menikmati aksi petualangan bersama ombak tropis memang menjanjikan momen ‘liar’ bagi para pengendara ombak yang sangat berkesan sehingga mereka tidak bosannya untuk balik lagi.

Untuk itu dibutuhkan akses dalam mengenalkan destinasi surfingg di Indonesia. Keterbukaan akses menuju suatu daerah sendiri akan memberi dampak positif pada pengembangan kawasan wisata. Tipikal peselancar yang memilih tempat yang sepi dan ombak bagus memberi peluang bagi daerah untuk berbenah.

Sektor pariwisata saat ini telah menjadi salah satu industri terbesar dan terkuat di dunia, dan pariwisata merupakan penyumbang terbesar dalam pemasokan pendapatan terutama dalam hal perekonomian masyarakat dan negara, terutama yang peduli akan kemajuan ekonomi di desanya.

Menyadari akan pentingnya peranan dari pariwisata, daerah harus bisa mengambil inisiatif untuk merespon peluang dalam mendongkrak peningkatan pendapatan ekonomi. Khususnya bagi daerah terpencil yang memiliki potensi wisata surfing akan membawa peluang dalam pengembangan daerah kawasan wisata.

Tipikal surfer yang notabene hidup praktis dan simple memberi kesempatan bagi daerah untuk berkembang. Surfer lebih memilih tinggal di homestay ketimbang hotel, untuk urusan makanan mereka juga tergolong cukup praktis, yang penting ombak. Inilah yang membuka peluang dalam bagi daerah yang memiliki potensi wisata surfing untuk berbenah.

Keterlibatan pemerintah penting untuk mendorong pengembangan daerah terpencil. Mengoptimalkan potensi yang dimiliki dari suatu daerah perlu dengan langkah inisiatif. Melihat besarnya potensi yang di miliki Indonesia pada destinasi surfng, diharapkan semua elemen dapat membuka diri untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.(©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar