Gempa Palu
Dampak dari gempa 7,4 skala Richter yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak)

NEWSWANTARA – World Bank atau Bank Dunia akan memberikan bantuan pendanaan senilai US$ 1 miliar atau setara Rp 15,2 triliun kepada pemerintah Indonesia untuk memperkuat ketahanan jangka panjang dan membangun kembali atau merekonstruksi daerah-daerah yang terkena bencana seperti di Sulawesi dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga:

Bantuan pendanaan tersebut akan tersedia berdasarkan permintaan dari pemerintah Indonesia. Pendanaan akan dipandu dengan hibah senilai 5 juta dollar Amerika untuk bantuan teknis bagi perencanaan terperinci guna memastikan rekonstruksi akan bertahan dengan baik dan diterapkan berbasis masyarakat

Paket bantuan USD 1 miliar yang diusulkan juga dapat mencakup program pemulihan darurat baru yang mandiri untuk membiayai rekonstruksi infrastruktur yang sangat penting, termasuk pasokan air dan sanitasi, sekolah, jalan dan jembatan, serta jaringan listrik.

Bantuan tersebut juga akan memperkuat sistem pemantauan dan peringatan dini, serta membantu membiayai rekonstruksi permukiman, infrastruktur dan layanan di tingkat lingkungan.

Berdasarkan keterangan resmi tertulisnya, World Bank menyebutkan bahwa paket bantuan dana tersebut dapat berupa transfer tunai kepada 150.000 keluarga termiskin yang terkena bencana untuk jangka waktu antara 6 bulan hingga satu tahun. Selain itu, dana juga bisa digunakan untuk perluasan perlindungan sosial guna mendukung ekonomi dan pekerjaan lokal selama fase pemulihan sekaligus menghindari kerusakan jangka panjang terhadap sumber daya manusia.

Bank Dunia juga telah melakukan penilaian awal untuk menghitung kebutuhan dana akibat kerusakan yang ditimbulkan khususnya akibat dampak bencana gempa dan tsunami di Palu. Penilaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa distribusi geospasial kerusakan, dan perkiraan biaya infrastruktur, properti perumahan dan non-perumahan.

Bank Dunia memperkirakan kerugian fisik yang ditimbulkan mencapai US$ 531 juta atau sekitar Rp 8,07 triliun. Dengan rincian; perumahan sekitar US $ 181 juta atau Rp 2,75 triliun, sektor non-perumahan sekitar US $ 185 juta atau Rp 2,82 triliun dan infrastruktur sekitar US $ 165 juta atau Rp 2,5 triliun.

Sebelumnya, Asian Development Bank atau ADB juga menyatakan telah menyiapkan dana untuk membantu rehabilitasi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Nilai bantuan darurat yang disediakan oleh ADB hingga US$ 1 miliar untuk mendukung penanganan dan upaya rekonstruksi di daerah terdampak dan akan dikucurkan secepat mungkin.

Berikan Komentar Anda

avatar