burung cenderawasih Vogelkop
Penanmpakan burung cenderawasih Vogelkop dengan warna birunya yang elok. [Pict : Istimewa]

NEWSWANTARA – Tak ada lagi yang meragukan kemolekan si cantik dari Papua, burung cenderawasih yang dijuluki burung surga. Dari 43 burung cenderawasih yang tergabung dalam keluarga Paradisaeidae, salah satu yang terunik adalah burung cenderawasih kerah atau dengan nama latinnya Lophorina superba.

Baca juga : Menilik Kekayaan Flora Dan Fauna Indonesia 

Burung cenderawsih kerah jantan akan mengembangkan jubah bulu hitamnya saat kawin tiba untuk memamerkan bulu di dada yang berwarna biru. Kemudian akan melompat-lompat seperti gerakan menari di depan burung betina untuk mengajak kawin.

Awalnya para ilmuwan menganggap burung cenderawasih dengan bulu di dada yang ada di Papua semuanya adalah burung cenderawasih kerah. Namun, sebuah temuan terbaru yang diterbitkan di jurnal PeerJ oleh ahli ornitologi Amerika menyebut sebenarnya ada dua spesies berbeda.

Edwin Scholes, ahli biologi evolusi dai Universitas Cornell yang memimpin penelitian spesies burung cenderawasih baru itu bernama burung cenderawasih Vogelkop. Nama ini diambil dari habitat asalnya di Semenanjung Kepala Burung (Vogelkop) atau Semenanjung Doberai, Papua Barat.

Menurutnya, setelah melihat bentuk Vogelkop di alam liar, muncul keraguan bahwa ia sebenarnya adalah spesies berbeda. Akan tetapi jika diperhatikan lagi burung cenderawasih kerah, memiliki perbedaan yaitu bulu biru yang melengkung ke atas seperti tersenyum. Sedangkan burung cenderawasih Vogelkop terlihat bulu birunya seperti cemberut.

Kedua burung yang endemik di Papua ini hanya memiliki perbedaan bulu. Scholes dan timnya berhasil menangkap perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak tertangkap. Menurutnya, burung ini mempunyai tari pemikat yang berbeda, vokalisasi berbeda, fisik burung betina berbeda, begitu pula dengan fisik pejantannya.

Baca juga : Mengenal Lebih Dalam Tentang Flora di Indonesia Bagian Timur 

Hal itu dibuktikan Scholas dan Timothy Laman, ahli ilmu burung dan jurnalis foto satwa liar dari Museum Zoologi Komparatif Universitas Harvard. Melalui data audovisual yang juga dilampirkan dalam jurnal PeerJ, rekaman video mengungkap bahwa saat burung Vagelkop membentangkan sayapnya untuk menarik perhatian lawan jenis.

Bentuk bentangan bulunya tidak oval seperti burung cenderawasih kerah, melainkan seperti bulan sabit dengan ujung lancip. Sementara tarian pemikat yang dilakukan burung Vogelkop tidak bergoyang seperti burung cenderawasih kerah. Burung vogelkop memiliki langkah tariannya yang halus.

Penemuan ini membuktikan bahwa kekayaan alam Indonesia begitu beragam. Mulai dari alamnya hingga satwa yang ada di alam Indonesia. Hal inilah yang harus dijaga generasi penerus untuk bisa diwariskan ke generasi yang akan datang. Penemuan spesies baru di tanah Papua sangat membanggakan bagi Indonesia dari kekayaan alam yang dimiliki.


Diolah dari berbagai sumber

Berikan Komentar Anda

avatar