energi biomassa
Kolam limbah cair kelapa sawit untuk menampung gas metan sebagaii bahan bakar pembangkit listrik biomassa [Bangkapos/Rusmiadi]

NEWSWANTARA – Pada kegiatan Japan Assistance Initiative to Address Climate Change dan Japan Investment on Peatland di Tokyo, Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin sepakat berkerja sama terkait proyek lingkungan. Satu diantaranya pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB).

Dalam Panandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan Menteri Lingkungan Jepang, terdapat 20 proyek terkait dalam lingkungan. Sumatera Selatan adalah provinsi pertama di Indonesia yang menggunakan pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB).

Saat ini, sumber-sumber utama energi masih sangat bergantung pada energi fosil yang merupakan sumber energi tak terbarukan dan tidak ramah lingkungan karena mengeluarkan emisi gas karbon yang dapat memicu efek rumah kaca. Oleh karena itu, pengembangan pengganti energi fosil perlu dilakukan.

Alex Noerdin diundang secara khusus untuk menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dengan Menteri Lingkungan Jepang.

Alex dalam salah satu media online mengatakan, Sumatera Selatan memiliki cadangan panas bumi yang besar. Selain itu, ada potensi biomassa dari batang kelapa sawit. Setiap tahun ada sekitar 20 ribu hektare kebun sawit yang harus di-replanting. Tidak hanya itu, ada pula teknologi hidrogen dengan mobile power plant untuk masyarakat di remote area.

Selanjutnya, pihak The Japan International Cooperation Agency (JICA) sedang dalam pembahasan tata kelola air untuk rewetting gambut guna pencegahan kebakaran dan restorasi gambut. Proyek ini terdapat di tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah.

Biomassa merupakan energi yang bersumber dari bahan-bahan alami seperti kayu, limbah pertanian, perkebunan, hutan, komponen organik dari industri dan rumah tangga serta kotoran hewan dan manusia. Biomassa dikenal sebagai zero CO2 emission, dengan kata lain tidak menyebabkan akumulasi CO2 di atmosfer.

Indonesia sebagai negara agraris mempunyai potensi energi biomassa yang cukup besar. Diperkirakan potensi seluruh energi biomassa setara dengan 49,8 GW. Namun dari potensi energi biomassa yang dimiliki, pemanfaatannya baru mencapai sebagian kecil.

Sebagai pioner dalam pemanfaatan tenaga biomassa di Indonesia, Sumatera Selatan diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pengoptimalan tenaga biomassa di Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar