Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Arus Laut (PLTAL)
[Ilustrasi]

NEWSWANTARA – Mengurangi ketergantungan dengan bahan bakar fosil, Indonesia berencana akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Arus Laut (PLTAL). Pembangunan PLTAL ini akan dilakukan di Selat Larantuka yang terletak antara Pulau Flores dan Pulau Adora, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dipilihnya Selat larantuka ini karena memiliki arus terkuat di dunia yang penting untuk bisa dioptimalkan menjadi energi terbarukan. PLTAL ini akan terintegrasi dengan Jembatan Pancasila-Palmerah yang akan membentang antara Pulau Flores dan Pulau Adora sepanjang 810 meter dengan kapastas produksi mencapai 20 MegaWatt.

Baca juga : Inovasi Anak Muda UGM Untuk Energi Masa Depan

Proyek Independent Power Producer (IPP) berbasis arus laut ini dapat menjadi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL) pertama di Indonesia dan terbesar di dunia. Terbitnya Perpres No. 38/2015 menggantikan Perpres No. 67 / 2005 yang ditanda-tangani oleh Presiden pada 20 Maret 2015 menyatakan, kerja sama pemerintah dengan swasta dalam membangun infrastruktur mendukung percepatan pembangunan di NTT.

Master plan Jembatan Pancasila Palmerah yang akan di bangun di Kabupaten Flores Timur, NTT. [Pict : Istimewa]

Proses pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah mendapat dukungan dari konsorsium Belanda, Tidal Bridge BV dan PJB dalam pelaksanaannya. Jembatan yang dilengkapi turbin yang menghasilkan energi listrik dari arus laut itu merupakan yang pertama di Indonesia dan akan menjadi yang terbesar di dunia.

Potensi arus laut pada saat bulan baru dan bulan purnama memiliki kecepatan arus laut mencapai 4.0 meter/detik. Arus laut dengan kecepatan seperti itu menyimpan energi kinetik besar yang dapat diubah menjadi tenaga listrik. Ini menjadi sangat potensial dalam pengembangan energi terbarukan.

Baca juga : Saatnya Indonesia Memanfaat Sampah Sebagai Energi Terbarukan

Rencana pembangunan PLTAL merupakan tindak lanjut rangkaian kunjungan pemerintah ke Eropa. Pada acara tersebut, dilakukan penandatanganan Head of Agreement (HoA) on Building Bridges Equipped with Sea Current Turbine Power Plant in the District of East Flores Sea, kerangka kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Tidal Bridge dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pembangunan Pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Larantuka merupakan ide yang baik karena wilayah NTT merupakan salah satu wilayah yang akan ditingkatkan rasio elektrifikasinya.

Tidal Bridge mengasumsikan, dengan kecepatan arus laut Selat Larantuka rata-rata 3,5 m/s, kapasitas terpasang tiap turbin adalah sebesar 16 MW. Dengan energi yang dibangkitkan secara efektif sebesar 6 MW. Dengan asumsi pemasangan 5 turbin, maka energi terbangkitkan rata-rata sebesar 30 MW dengan rencana pengerjaan lima turbin pembangkit listrik.


Diolah dari berbagai sumber 

Berikan Komentar Anda

1 Komentar Pada "Indonesia Akan Memiliki PLTAL Pertama Dan Terbesar di Dunia"

avatar
Randi
Guest

Hambam peak.. (mantap sekali)