Pict : Liputan6.com

NEWSWANTARA – Provinsi Maluku kini menjadi perhatian dunia, seperti pada masa penjajahan Kolonial. Jika dulu dicari karena kekayaan rempah-rempahnya, kini Maluku dicari karena potensi kekayaan Migas (minyak dan gas bumi) yang dimiliki sangat luar biasa.

Maluku kini memiliki 25 Blok Migas, 15 diantaranya sudah dikelola oleh investor asing dan sisanya 10, masih menunggu investor untuk digarap. Dengan potensi Migas di 25 Blok itu, Maluku seharusnya bisa merdeka dari kemiskinan. Sebab menurut data dari BPS Maluku tercatat, Provinsi yang berpenduduk 1.6 juta ini, 18,84 persen atau 307 ribu jiwa adalah tergolong dalam kategori penduduk miskin dan menempati urutan keempat setelah Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur atau NTT.

Maluku dengan potensi kekayaan Migas, ikan dan sebagainya, seharusnya bisa merasakan dan sejahtera dengan kekayaan alamnya, tidak seperti sekarang ini. Karena itu juga yang melatarbelakangi hingga menuntut otonomi khusus (Otsus) kelautan dengan kewenangan mengelola potensi laut. Karena provinsi ini 90 persen lebih adalah laut.

Salah satu yang potensinya sangat besar adalah Blok Masela yang terletak di wilayah Maluku Tenggara. Blok Masela ini terdapat 10 sumur, jika semuanya berproduksi 1-2 tahun lagi, akan menghasilkan 7.5 juta kubik fit gas per tahun belum terhitung kandungan minyaknya.

Blok Masela merupakan ladang gas abadi yang dimiliki oleh Indonesia. Cadangan gasnya yang bisa bertahan selama 70 tahun ke depan seperti apa yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli di salah satu media online.

Gas bumi masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan, untuk itu maka pemerintah dalam rangka mendukung perencanaan pasokan gas untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri melakukan kajian dan menetapkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2010-2025 dan menetapkan Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional serta memprioritaskan pemanfaatan melalui Kebijakan Penetapan Alokasi dan Pemanfaatan Gas Bumi dalam Negeri.

Jika nantinya potensi blok masela dikelola untuk pembangunan dan pengembangan stasiun penerima Liquified Natural Gas (LNG) dengan metodologi terapung di tengah laut (Kilang Terapung) tentunya dapat memberikan kontribusi yang sangat luar biasa bagi perekonomian masyarakat Maluku serta akan berguna untuk ketahanan energi ke depannya.

Potensi blok masela yang sedang hangat diperbincangkan menjadi menarik untuk di kaji lebih jauh. Gas buminya yang sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi sumber daya terbarukan serta merupakan aset yang harus dijaga. Tidak hanya dijaga, diharapkan kedepannya blok Masela bisa menjadi rencana jangka panjang bagi pemerintah untuk dioptimalkan. Mengingat potensi yang ada di Maluku masih begitu baru untuk bisa dikembangkan lebih jauh lagi.

Berikan Komentar Anda

avatar