Electronic Trading Platform
Penerapan Electronic Trading Platform Obligasi Ritel Indonesia (ORI) [Ilustrasi]

NEWSWANTARA – Pemerintah akan menerapkan electronic trading platform untuk obligasi negara mulai tahun ini agar terjadi transparansi antara pembeli dan penjual. Penerepan ETP atau platform elektronik untuk perdagangan surat utang negara (SUN) atau obligasi akan berfungsi untuk mempertemuakan penjual layaknya pasar.

Penerapan Electronic Trading Platform (ETP) yang secara resmi diluncurkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Di mana, peluncuran ini merupakan bentuk tindak nyata dari kerja sama yang dilakukan antara Bank Indonesia dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)

Pada dasarnya, ETP berupa layar elektronik yang difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia. Peluncuran ETP ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan mengakselerasi informasi dalam perdagangan obligasi negara, di pasar sekunder.

Dirjen Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kementerian Keuangan Robert Pakpahan menyampaikan bahwa Kemenkeu, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia akan bekerja sama untuk menerapkan ETP tersebut.

Dalam langkah awal, pemerintah akan melakukan piloting project penggunaan ETP pada Obligasi Ritel Indonesia (ORI) secara sukarela pada tahun ini. Investor dapat menerima pembaharuan informasi dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan informasi yang disampaikan secara offline selama ini.

Dengan demikian, sambungnya, ada harapan semakin transparannya transaksi antara penjual dan pembeli. Hal ini secara otomatis mengurangi peranan black box yang selama ini dilakukan oleh broker sehingga pembentukan harga dan yield menjadi semakin efisien.

Saat ini volume transaksi ORI cukup tinggi hingga menyentuh angka Rp 68,3 triliun mencakup ORI 11, 12 dan 13. Dalam tahap awal ini, transaksi ETP belum diwajibkan bagi para investor. Tahapan awal juga masih dikhususkan untuk transaksi ORI. Ke depannya, akan dilakukan langkah evaluasi terkait produk tambahan dalam ETP ini.

ETP transaksi ORI di pasar akan lebih efisien. Harapannya, frekuensi di pasar sekunder pasar obligasi akan meningkat dengan ETP, Sehingga determinasi harganya itu makin tansparan dan tentunya hal tersebut bagus untuk pendalaman pasar obligasi.

Berikan Komentar Anda

avatar