Registrasi SIM Online
SIM online semakin memudahkan masyarakat dalam pembuatan SIM

NEWSWANTARA – Smart SIM secara resmi telah diluncurkan oleh Korps Lalu Lintas Polri bersamaan dengan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64. Surat Izin Mengemudi (SIM) jenis baru ini (Smart SIM) merupakan sebuah terobosan baru yang dibuat oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan mengubah desain dan menambah fungsi dari Surat Izin Mengemudi.

SelainĀ Smart SIM, Korps Lalu Lintas Polri juga meluncurkan SIM Online yang merupakan sistem baru guna memudahkan masyarakat untuk melakukan registrasi pendaftaran pembuatan baru dan perpanjangan SIM secara online yang bisa dilakukan dimana pun tanpa mengantre hanya dengan melalui ponsel.

Cara Registrasi SIM Online

  • Pemohon SIM hanya cukup mengakses laman https://sim.korlantas.polri.go.id/devregistrasi/. Dari laman tersebut, pemohon dapat melakukan registrasi secara online di mana saja tanpa mengantre.
  • Setelah laman terakses, pemohon dapat memilih opsi menu ‘Pendaftaran SIM Online‘. Selanjutnya, pemohon dapat menentukan lokasi Polda atau tempat pengajuan, waktu ujian, dan pembuatan SIM.
  • Kemudian isi data permohonan
  • Isi data pribadi (masukkan NIK KTP) kemudian klikĀ Cari, isi kelengkapan data pribadi
  • Isi data keadaan darurat yang dapat dihubungi
  • Konfirmasi data
  • Memilih metode pembayaran (Metode pembayaran yang tersedia adalah metode pembayaran BRIVA dan pembayaran lainnya)
  • Memilih tanggal kedatangan (Tanggal kedatangan untuk melakukan mekanisme penerbitan SIM baru atau perpanjangan SIM di satpas yang dipilih). Khusus untuk perpanjangan SIM tanggal kedatangan yang dipilih tidak boleh melewati dari tanggal habis masa berlaku SIM.
  • Mengisi Rekening pengembalian dana (Rekening pemohon yang diperuntukkan untuk pengembalian dana apabila pemohon mengundurkan diri atau dinyatakan tidak lulus)
  • Membaca dan menyetujui persetujuan Registrasi SIM Online
  • Informasi kode bayar akan diinformasi melalui email dan sms

Setelah proses registrasi berhasil, pemohon akan mendapatkan notifikasi melalui email dan sms berupa nomor registrasi. Nomor itu berfungsi untuk melakukan transaksi pembayaran SIM melalui Bank BRI.

Tahap selanjutnya, pemohon dapat mendatangi Satpas sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pada tahap ini, pembuatan SIM akan sama seperti sebelumnya. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, psikologi, dan mendapat surat keterangan jasmani serta rohani.

Pemohon juga akan diambil foto diri dan sidik jari sebelum berlanjut ke ujian teori. Ujian teori dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan pemohon mengenai peraturan berlalu lintas. Prosedur selanjutnya, pemohon diarahkan untuk mengikuti ujian praktik. Ujian dilakukan untuk menguji keahlian berkendara pemohon yang terdiri dari beberapa tes.

Dengan adanya sistem SIM Online ini membuat pemohon yang ingin melakukan registrasi pendaftaran pembuatan baru dan perpanjangan SIM tak perlu lagi pulang ke daerah asalnya. Adapun syarat yang harus diikuti pemohon adalah dengan menyertai registrasi dengan e-KTP.

Biaya Pembuatan Smart SIM

Dalah hal pembuatan dan prosedur pembuatan Smart SIM, pemohon atau masyarakat tidak akan dikenakan biaya tambahan. Tarif disebut masih sama, mengacu pada PP Nomor 60 Tahun 2016, tentang jenis dan tarif atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Biaya PNPB SIM Baru:

  • SIM A & A Umum Rp. 120.000
  • SIM B1 & B1 Umum Rp. 120.000
  • SIM B2 & B2 Umum Rp. 120.000
  • SIM C Rp. 100.000
  • SIM D Rp. 50.000

Biaya PNPB SIM Perpanjangan:

  • SIM A & A Umum Rp. 80.000
  • SIM B1 & B1 Umum Rp. 80.000
  • SIM B2 & B2 Umum Rp. 80.000
  • SIM C Rp. 75.000
  • SIM D Rp. 30.000

Adapun biaya-biaya selain PNPB terkait layanan SIM Online adalah sebagai berikut:

  • Biaya administrasi Rp. 5.000