[indonesia.travel]

NEWSWANTARA – Sebagai Kepulauan yang terletak di timur Indonesia, Raja Ampat memang sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Terletak di barat laut paruh burung Pulau Papua, tepatnya di Sorong, Raja Ampat menjadi tempat favorit bagi para pecinta olahraga menyelam di awal tahun 2000an.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Raja Ampat tercatat, Kabupaten Raja Ampat memiliki luas wilayah sekitar 881.953 km2 dengan luas daratan hanya sekitar 6.084,50 km2. Jumlah pulau yang berada dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Raja Ampat adalah lebih dari 610 pulau, dengan panjang wilayah garis pesisir pantai lebih dari 753 km. Dari ratusan pulau yang tersebar di kabupaten Raja Ampat hanya 35 pulau saja yang di huni oleh penduduk lokal.

Dalam Bahasa Indonesia, Raja Ampat berarti “Empat Raja”, yakni empat orang raja yang menguasai empat kerajaan di wilayah tersebut, empat kerajaan itu adalah kerajaan Waigeo, Misool, Salawati, dan kerajaan Batanta. Nama Raja Ampat sendiri diambil dari cerita rakyat yang ada di wilayah tersebut.

Keindahan alam yang dimiliki Raja Ampat secara tidak sengaja ditemukan oleh seorang penyelam berkebangsan Belanda bernama Max Ammer saat mengunjungi kawasan Raja Ampat. yang kemudian membuat nama Raja Ampat mulai mencuat pada tahun 1990 setelah penyelaman yang dilakukan oleh Max Ammer.

Tujuan awal dari penyelaman yang dilakukan oleh Max Ammer adalah untuk menelusuri keberadaan bangkai pesawat dan kapal yang digunakan dalam Perang Dunia II yang diperkirakan jatuh dan karam di kawasan tersebut. Dalam penyelamannya tersebut, ternyata Max Ammer sangat terpesona dengan keragaman biota di Raja Ampat, Maka pada tahun 1998 dia kembali ke Raja Ampat untuk melakukan penyelaman kembali dengan mengajak Gerry Allen, seorang ahli perikanan dari Australia, dengan tujuan untuk melakukan survei terhadap keragaman biota yang dimiliki Raja Ampat.

Max Ammer (kiri) dan penduduk lokal Raja Ampat, pict : petitesbullesdailleurs.fr
Max Ammer (kiri) dan penduduk lokal Raja Ampat, pict : petitesbullesdailleurs.fr

Pencarian bangkai kapal dan pesawat itu sendiri ternyata juga membuahkan hasil. Di dasar laut kepulauan Raja Ampat ditemukan beberapa peninggalan bekas perang dunia II, diantaranya adalah peralatan perang, kapal dan pesawat terbang bekas perang dunia II. Dari tujuan awal untuk menelusuri jejak perang dunia II, hingga membawa decak kagum dengan keindahan bawah laut Raja Ampat. Untuk itu, kekayaan Raja Ampat bukan hanya keragaman biotanya semata, namun juga memiliki kekayaan akan sebuah nilai historis.

Seperti yang diketahui oleh banyak orang bahwa Hutan Amazon merupakan hutan yang memiliki spesies binatang darat terbanyak, maka perairan Raja Ampat dapat di analogikan sebagai “Hutan Amazon” di bawah laut. Dari aktivitas penyelaman akan dengan mudah dijumpai spesies Papuan Epaulette hingga hiu karpet Wobbegong Shark, kuda laut jenis pigmy yang sebesar ruas kelingking hingga ikan besar dengan bentang sayap mencapai lima meter, serta rombongan ikan Barakuda.

Raja Ampat ibarat perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies laut yang ada di dunia tinggal di kepulauan yang indah ini.

Raja Ampat merupakan surganya terumbu karang. Ada beberapa kawasan terumbu karang yang kondisinya masih sangat baik dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat yang memisahkan Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepulauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag.

Pict : .indonesia.travel
Pict : .indonesia.travel

Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat pada umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Bagi yang tidak bisa menyelam pun, terumbu karang tersebut juga masih bisa dinikmati, yaitu di kampung Saondarek. Ketika pasang surut terendah, di sana bisa disaksikan hamparan terumbu karang yang tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Ada beberapa spot diving yang terkenal di Raja Ampat, seperti Manta Point, Mike’s Point, Sardine Reef dan Shark Point. Masing-masing point memiliki keistimewaan sendiri. Misalnya, di Manta point, dengan mudah bisa ditemukan ikan Manta dengan diameter 9 meter yang hilir mudik diantara para penyelam.

Ikan pari Manta, pict : suksesmina.wordpress.com
Ikan pari Manta, pict : shawn heinrichs

Di sekitar Kepulauan Kaboei Bay Rock terdapat sebuah teluk yang di bawahnya merupakan sebuah terowongan batu karang. Di Kaboei Bay Rock juga terdapat gua-gua karang yang dihuni oleh kelelawar, dan di beberapa tempat ditemukan sisa-sisa tulang manusia. Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Istimewanya lagi, masih banyak situs terumbu karang yang belum pernah dijamah. Untuk itu, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengunjungi Raja Ampat dengan keindahan alam bawah laut yang ditawarkan.

Berikan Komentar Anda

avatar