NEWSWANTARA – Gugusan pulau di Raja Ampat menyimpan banyak potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Bentangan alam yang begitu menawan bagaikan sebuah teka-teki yang harus dipecahkan. Di antara beberapa pulau tersembunyikan sepotong ‘surga’ yang masih jarang dikunjungi wisatawan. Salah satunya Pulau Rufas yang berdekatan dengan Bukit Pianemo.

Perjalanan ke Pulau Rufas dapat ditempuh dengan menggunakan boat dari pelabuhan Sorong. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhkan pemandangan gugusan karang yang menjulang khas Raja Ampat. Menyusuri gugusan karang yang ada hingga nantinya air mendadak tenang menandakan telah memasuki laguna indah.

Sampai pada laguna yang dikelilingi karang membukit akan membawa para wisatawan untuk memijakan kakinya di surga tersembunyai ini. Pulau rufas, salah satu lokasi yang menjadi tujuan para peserta Wisata Bahari bertaju “Lest’s Go To Raja Ampat” yang berlangsung pada 30 Oktober-2 November silam.

Warna air laut di laguna ini toska cerah, membaur dengan pasir putih di salah satu sisinya. Pepohonan bakau yang dipercaya sudah sangat tua tumbuh di sisi lainnya. Kesan menarik akan didapatkan para wisatawan ketika mengunjungi pulau ini.

Tampak juga dua rumah tradisional Raja Ampat yang terbuat dari batang dan daun sagu. Rumah tradisional itu telah berdiri sejak dua tahun lalu yang pemiliknya seorang pria bernama Soleman Kapisa (56).

Dua rumah tradisional khas Raja Ampat yang berdiri di tepi laguna rupanya merupakan penginapan miliknya. Dua rumah penginapannya yang masing-masing memiliki dua kamar. Setiap kamarnya berukuran 2,5 meter x2 meter.

Rumah tradisional khas Raja Ampat yang berdiri di tepi laguna yang merupakan penginapan milik seorang pria bernama Soleman Kapisa. Sumber: detik.com
Rumah tradisional khas Raja Ampat yang berdiri di tepi laguna Pulau Rufas yang merupakan penginapan milik seorang pria bernama Soleman Kapisa. Sumber: detik.com

Cukup mengeluarkan biaya Rp 400 ribu per orang dalam satu hari, tamu bisa menginap dan makan 3 kali sehari. Jika ingin menginap di sini, lebih baik tamu menghubungi Soleman secara langsung karena pria yang bertugas sebagai Kepala Puskesmas Bantu di Kampung Pam ini tak tinggal di Pulau Rufas.

Airnya yang begitu tenang menjadi sasaran tepat untuk wisatawan yang ingin menikmati laut dengan bersantai sembari menyatu dengan alam. Pasirnya sangat lembut, ditambah ikan-ikan kecil yang jinak di pinggirnya akan menyerbu jika diberi makan.

Keindahan alam yang masih sangat terjaga akan membawa pikiran pada ketenangan. Rileksasi pikiran yang sebelumnya dipenuhi oleh penatnya kota akan ditenangkan saat berkunjung ke ‘surga’ tersembunyi Pulau Rufas.

Berikan Komentar Anda

avatar