Instagram @fanialfian2

NEWSWANTARA – Setelah menempuh perjalanan darat sehari penuh dari Gresik, Jawa Timur, akhirnya sampai juga di Kota Mataram Pulau Lombok. Terminal Mandalika namanya yang letaknya tidak jauh dari jantung Kota Mataram. tidak lama menunggu, kami di jemput oleh teman baru saya yang bernama Agus.

Perjalanan pun kami lanjutkan menuju rumah teman saya yang sebelumnya kami mampir terlebih dahulu untuk membeli perlengkapan di pasar Narman. Kala itu waktu sudah malam, selesai membeli kelengkapan logistik untuk muncak, kami bergegas menuju ke lombok Timur tepatnya menuju Kecamatan Aikmel.

Kami disambut dengan hangat oleh tuan rumah. Keesokan harinya, perjalan pun kembali dilanjutkan menuju Desa Sembalun, tempat dimana perjalanan sesungguhnya dimulai. perjalanan menuju pucak tertinggi di Pulau Lombok dan menjadi ke 3 tertinggi di Indonesia. menggunakan mobil bak terbuka yang mengharuskan membayar sebesar 30 ribu per orang.

Instagram @fanialfian2
Instagram @fanialfian2

Mampir untuk mengisi form registrasi, saya kaget dengan banyak pendaki kala itu yang mencapai 700 orang lebih untuk satu hari. setelah selesai dengan administrasi, carrier kami turunkan dan langkah kecil mulai menyusuri jejak pendaki sebelumnya. Di tengah terik matahari, kami tetap bersemangat menyusuri arah menuju puncak tertinggi di pulau Lombok ini.

Menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam, sampailah kami di pos 1 dengan target selanjutnya pos 2. Butuh waktu 45 menit untuk sampai ke pos 2. Perasaan kecewa ketika melihat kondisi pos 2, sampah berserakan dimana-mana. Kurangnya kesadaran pendaki yang tidak memperdulikan dampak jangka panjang atas apa yang dilakukannya sekarang.

Kurang dari 10 menit, kami pun melanjutkan kembali perjalanan. Sepanjang jalan rasa salut terhadap porter sunggu luar biasa. Ini tentang ketangguhan, ketahanan, dan ketangkasan yang terlihat saat itu.

Hanya dengan menggunakan sebuah sandal jepit, dengan beban dipundaknya mereka sudah terbiasa menyusuri rute Rinjani. Tidak bisa menutup mata, inilah realita dari sebuah pilihan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Instagram @fanialfian2
Instagram @fanialfian2

Sampainya di pos 3, kami memutuskan untuk bermalam. Hingga akhirnya pagi itu tiba, sehabisnya sarapan kami mempersiapkan untuk bergegas melewati bukit penyeselan. Bukit yang katanya menjadi tantangan sebenarnya dalam pendakian Rinjani. Alunan napas mulai disesuaikan, ritme langkah perlahan menyusuri jalan. Tidak terasa bukit penyelasan berhasil kami lewatkan.

Pelawangan Sembalun, perjalanan mulai memasuki babak akhir untuk menyapa puncak Rinjani. Saat malam tiba, hujan membasahi daratan seakan menyambut kedatangan kami. Tanah yang berdebu seketika itu basah kuyub membantu perjalanan kami pada saat muncak. Dengan kondisi yang cukup ramai, hujan sangat membantu membuat rute tidak berdebu.

Tepatnya jam 2 pagi, head lamp mulai terpasang dan ransel telah dikeluarkan dari tenda. Lampu pendaki mulai terlihat dari jalur pendakian dengan pasir tempat pijakan. Napas mulai menuntut lelah, namun tekad tetap maju untuk menyeleseikannya.

Butuh waktu sekitar 4 jam, hingga tepat pukul 6 pagi kaki ini menjejaki di puncak tertinggi ke 3 di Indonesia setelah kerinci dan Cartenz. Rasa syukur tidak hentikanya saya panjatkan kala itu. Berkesempatan melihat salah satu surga Indonesia yang membuat hati ini semakin cinta dengan Indonesia.

Instagram @fanialfian2
Instagram @fanialfian2

Puncak dengan ketinggian 3726 mdpl berhasil saya daki dengan perjuangan yang membuat saya banyak belajar. Menjadi destinasi unggulan yang di Pulau Lombok, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keasrian serta melestarikan alam Rinjani.


Puncak Rinjani 11 juli 2016

Berikan Komentar Anda

avatar