Pict : yeyeaduhay.blogspot.com

NEWSWANTARA – Jika berwisata ke Solo, Jawa Tengah jangan lupa menyempatkan diri untuk berkunjung ke pasar Klewer, salah satu ikon wisata Kota Solo yang telah ada sejak jaman pendudukan Jepang.

Awal mulanya pasar Klewer merupakan tempat pemberhentian kereta api yang digunakan penduduk setempat untuk berdagang. Pasar Klewer dulunya akrab disebut oleh masyarakat sekitar dengan pasar Slompretan. “Slompret” dalam bahasa Jawa berarti Terompet.

Disebut sebagi pasar Slompret dikarenakan pasar tersebut letaknya berdekatan dengan tempat pemberhentian kereta api. Ketika kereta api akan berangkat selalu membunyikan klakson yang mirip dengan suara terompet.

Pasar Slompretan atau pasar Klewer dulunya merupakan tempat bagi pedagang-pedagang kecil yang menjajakan kain batik dagangannya dengan cara menaruh dagangannya di pundak pedagangnya.

Karena barang dagangannya terlihat bersliweran atau Kleweran (menjuntai tidak beraturan). Seiring dengan meningkatnya aktivitas jual beli yang terjadi di pasar tersebut, maka pemerintah Kota Solo membuatkan sebuah pasar dan diberi nama Pasar Klewer.

Berkembangnya pasar Klewer dimulai tahun 1942 sampai dengan tahun 1945 dan semakin pesat hingga tahun 1968. Kemudian tanggal 9 Juni 1970 pasar Klewer mulai dibangun permanen bertingkat 2 lantai. Pasar Klewer diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-2, Soeharto pada masa pemerintahannya di tahun 1971.

Pict : klikhotel.com
Pict : klikhotel.com

Awalnya, pasar Klewer berlokasi di Jl Dr Radjiman, namun karena peristiwa kebakaran yang terjadi pada tanggal 27 Desember 2014 maka pasar Klewer untuk sementara dipindahkan di Alun-Alun Utara Kota Solo yaitu di Jl Pakubuwono.

Pasar Klewer Sementara sudah mulai beroperasi sejak 16 Juni 2015 yang lalu. Wali Kota Solo yang dijabat FX. Hadi Rudyatmo yang meresmikan pasar Klewer sementara tersebut.

Terdapat sekitar 3000 lebih pedagang di Pasar Klewer yang terdiri dari 2211 perdagangan yang memiliki stan dan 765 pedagang oprokan. Pedagang oprokan merupakan istilah bagi pedagang yang tidak memiliki stan.

Selain kedua jenis pedagang tersebut terdapat pedagang mobil yang baru-baru ini membuka lapak di Pasar Klewer. Penjual ini membawa mobil dan menawarkan dagangannya sebelum pembeli memasuki pasar.

Berbagai macam penjual ada di pasar Klewer, dan dari beberapa pedagang yang ada, yang paling banyak adalah para pedagang batik, konveksi, makanan oleh-oleh, dan berbagai macam pedagang kuliner.

Saat momen libur panjang tiba, pasar Klewer mengalami kenaikan pengunjung yang sangat signifikan dari wisatawan dari luar daerah, kunjungan wisatawan yang berkunjung ke pasar Klewer mengalami kenaikan hingga 90 persen dari hari biasanya.

Pasar Klewer juga menjadi tempat bagi para pedagang dari luar dan dalam kota untuk berbelanja baju untuk dijual kembali. Pasar Klewer merupakan salah satu pasar tradisional yang merupakan pasar tekstil dengan omzet terbesar di Asia Tenggara.

Berikan Komentar Anda

avatar