Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat dengan desainnya yang unik menjadi ikon baru wisata religi Sumatera Barat. [Pict : Istimewa]

NEWSWANTARA – Saat berkunjung ke Padang, melewatkan kunjungan ke Masjid Raya Sumatera Barat yang ikonik akan sangat rugi terutama pada bulan ramadhan. Arsitekturnya yang unik dimana lebih mirip rumah adat khas Minangkabau menjadi daya tarik tersendiri untuk mengenal lebih dekat.

Masjid Raya Sumetera Barat ini dibangun dengan arsitektur yang tampil beda  pada tahun 2007. Masjid yang terletak menghadap Jln. Khatib Sulaiman, Padang Utara, Kota Padang memiliki kontruksi bertingkat yang terdiri dari tiga lantai. Lantai dua merupakan ruangan utama yang dipergunakan untuk shalat berjamaah.

Baca juga :

Masjid yang dirancangan anti gempa ini menjadi masjid terbesar di Sumatera Barat. Memiliki arsitektur unik tidak mengurangi kemegahan dari struktur masjid yang khas.

Masjid bergaya megah asli Minangkabau ini menjadi masjid kebanggaan warga Sumetara Barat. Banyak wisatawan yang penasaran dan berkunjung terlebih pada bulan ramadhan.

Menjelang sore tiba, wisatawan bisa merasakan ngabuburit di Jembatan Siti Nurbaya. Menikmati menjelang buka puasa tidak lengkap tanpa menyantap kuliner di Simpang Kinol atau Lontong Turagari. Sambil melihat indahnya pelabuhan Teluk Bayur, wisatawan bisa mencicipi kuliner yang hangat-hangat sembari menunggu waktu tarawIh.

Setalah usai tarawIh, Padang mempunya tempat pusat kuliner malam yang selalu ramai didatangi pengunjung. Telah terkenal sejak tahun 1980-an, Simpang Kinol sudah dikenal yang mempertemukan empat jalan yaitu Niaga, Imam Bonjol, Tepi Pasang dan Pondok terdapat sebuah apotek bernama Kinol.

Tampak wisatawan sedang mencoba sate padang yang berlokasi di simpang kinol. [Pict : ANTARA.com]
Masyarakat Padang menjadikan tempat ini sebagai tempat kuliner malam. Meskipun dekat dengan pemukiman warga keturunan Tionghoa, namun, semua pedagang di tempat ini berbaur menjadi satu. Simpang Kinol mewakili perpaduan akulturasi budaya yang bersanding manis antara tiga etnis dalam sajian kuliner, yaitu Minang, India dan Tionghoa.

Bermacam variasi kuliner yang bisa disantap di Simpang Kinol ini. Mulai dari Sate Dangun-Dangun, Soto Padang Roda Tiga dan Es Durian Ganti Nan Lamo dan masih banyak lagi. Variasi kuliner juga bisa temukan ketika berkunjung ke tempat-tempat makanan yang dijual warga keturunan Tionghoa.

Mulai dari kwetiauw, aneka seafood, bubur ayam, hingga es tebak yang merupakan es campur khas Padang. Tidak hanya makanan, ada pedagang menjajakan minuman khas Padang seperti teh talua atau teh telur yaitu teh yang dicampur dengan kuning telur dan dicampur susu.

Pilihan lainnya juga tersedia jus pinang muda yang terbuat dari biji pinang muda yang dicampur kuning telur ayam kampung atau telur itik, ditambah dengan madu, susu dan segelas air panas. Begitu banyak pilihan kuliner yang ada di di simpang kinol ini yang akan menjadi kenangan saat menghabiskan hari di Padang saat bulan ramadhan.

Bulan Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk mengajak para wisatawan menikmati paket-paket wisata Ramadhan. Sekaligus, mengajak wisatawan untuk mulai merencanakan kunjungan destinasinya. Salah satu destinasi yang bisa dinikmati adalah  destinasi wisata minat khusus seperti di Padang, Sumatera Barat.

Melalui kementerian Pariwisata, pemerintah mengemas destinasi ramadhan dalam Pesona Wisata Ramadhan. Hal ini merupakan implementasi program yang bertujuan  untuk mengangkat potensi daya tarik destinasi wisata religi Indonesia yang sangat beragam. Selain itu, Pesona Wisata Ramadhan diharapkan  meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Berikan Komentar Anda

avatar