Pulau Banyak di Singkil, Aceh Barat. [pinterest.com]

NEWSWANTARA – Aceh tidak hanya dikenal dengan serambi mekkah namun juga memiliki panorama alam yang indah pada bagian baratnya, yakni Kepulauan Banyak. Pulau Banyak dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan tujuan wisata. Sebagian orang menilai Pulau Banyak lebih indah jika dibandingkan dengan Sabang.

Mengunjungi Kepulauan Banyak seakan membawa kita pada suatu puncak kenikmatan, ketenangan yang disediakan oleh alam sekaligus untuk tetap belajar dan memahami alam lebih jauh lagi.

Jajaran pulau berpasir putih yang tidak berpenghuni dengan pemandangan sekitarnya yang tertuju langsung pada lautan lepas. Berbatasan langsung dengan Samudera Hindia akan membuat siapa saja yang berkunjung merasakan sebuah pengalaman baru saat menjelejahi sudut-sudut ‘surga tersembunyi’ di Aceh.

Baca Juga: 

Pulau yang baru beberapa tahun belakang ini mulai dikenal kini semakin populer di kalangan para ‘penikmat alam’. Terlebih dengan adanya sosial media yang membuat Pulau Banyak semakin dikenal oleh masyarakat Aceh bahkan daerah sekitar Aceh hingga dunia sekalipun.

Pulau yang menawarkan ketentraman ini menyajikan beragam atraksi wisata yang sangat menarik. Sebuah pengalaman yang akan membuat siapa saja yang berkunjung ke tempat ini menjadi lupa sejenak akan segala bentuk rutinitas yang membosankan.

Rangkaian atraksi wisata yang dapat dinikmati di Pulau banyak mulai dari snorkling, memancing, berselancar hingga mengenal lebih dekat masyarakat Pulau Banyak yang sederhana. Tempat terbaik untuk snorkling adalah di Pulau Tailana dan pulau kecil antara Pulau Biawak dan Pulau Tuanku.

[Disbudpar Aceh/Nur’aini Sinaga]

Jika ingin melihat sunset yang indah pergilah ke Pulau Sikandang. Bagi yang suka memancing Pulau Banyak adalah surganya, ikut bersama nelayan lokal pergi melaut akan menjadi pengalaman menarik yang berkesan ketika mengunjungi Pulau Banyak.

Jika ingin mengenal kehidupan penduduk Pulau Banyak yang mayoritasnya adalah nelayan, berjalan kakilah mengelilingi Pulau Balai dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Hingga nantinya pengunjung akan menyaksikan penyu bertelur pada malam hari.

Kepulauan Banyak ini terletak di Kabupaten Aceh Singkil, Pesisir Barat Aceh. Asal muasalnya disebut sebagai Kepulauan Banyak dikarenakan banyaknya jumlah gugusan pulau yang mencapia 30-40 pulau di dalam kawasan Taman Wisata Kepulauan Banyak.

Peduduk setempat menghitung jumlah keseluruhan pada taman wisata Kepulauan Banyak mencapai 99 pulau. Dari beberapa gugusan pulau yang tersebar, yang menjadi pulau utama yang ditempati sekitar 10.000 jiwa adalah Pulau Balai.

Menikmati Pulau Banyak dengan segala pesona dan keindahan alamnya serta kearfian lokal masyarakatnya menjadi alasan tersendiri kenapa pulau banyak begitu layak untuk dikunjungi sebagai salah satu tujuan destinasi wisata.

Untuk mencapai Kepulauan Banyak, dapat diakses melalui jalur Medan. Kota Medan merupakan kota terdekat menuju ke Kabupaten Singkil yang menjadi pintu masuk ke Pulau Banyak. Dari Medan-Singkil bisa menggunkan jasa travel dengan biaya Rp. 110.000,- yang kemudian dilanjutkan kembali ke salah satu pelabuhan di Singkil.

Dari pelabuhan Singkil perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pelabuhan Jembatan Tinggi yang rute keberangkatannya setiap hari Senin O9.00 WIB dengan tiket penyebrangan sebesar Rp. 16.000,-.

Suasana kesibukan Pelabuhan Pulau Banyak, Aceh Singkil. Pelabuhan ini hanya disinggahi kapal Fery sepakan sekali, selebihnya masyarakat setempat mengadalkan perahu atau speed boat untuk moda angkutan. [ACEHKITA/Ibnu GP]

Untuk mengeksplore lebih jauh keindahan Kepulauan Banyak, pengunjung dapat menyewa kapal penduduk setempat dengan tarif Rp.300.000,-. Nominal yang cukup terjangkau dan sebanding dengan kepuasan yang didapatkan.

Pada saat mengunjungi Pulau Banyak, pengunjung diharapkan bisa menjaga sikap, mengingat masyarakat setempat masih memegang kuat dengan nilai-nilai tradisional. Termasuk ke dalam Taman Wisata Alam Pulau Banyak.

Menikmati apa yang disajikan oleh alam Kepulauan Banyak harus selalu diingat untuk tetap menjaganya kelestariannya, kawasan ini menjadi kawasan konservasi yang harus dijaga ekosistem di dalamnya agar kelak dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Berikan Komentar Anda

avatar