Pantai Kawaliwu
Pantai Kawaliwu tergolong cukup unik, karena di pantai ini sumber mata air dari pegunungan menyatu dengan air laut. (Foto: Tripadvisor)

NEWSWANTARA – Menikmati keindahan laut dan memandangi langit senja sembari merendam kaki di air panas alami yang keluar dari bebatuan pantai bisa jadi adalah suatu hal yang cukup menyenangkan.

Baca Juga:

Tanah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur memang cukup ajaib. Di Larantuka, Kelurahan Riangkotek, Kecamatan Lewolema, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur terdapat satu pantai yang unik “Pantai Kawaliwu” namanya. Hanya di pantai inilah sumber mata air dari pegunungan menyatu dengan air laut.

Tak hanya menyuguhkan keindahan panorama lautnya saat matahari terbenam, di Pantai Kawaliwu ini kita juga dapat merasakan langsung hangatnya air pegunungan dan sejuknya air laut.

Namun, jika kita ingin menikmati air panas alami di pantai ini kita harus menggali pasir dan bebatuan di sekitarnya. Air panas tersebut sangat mudah untuk didapatkan tanpa harus menggali yang cukup dalam.

Pantai Kawaliwu
Menikmati panorama senja sembari menikmati hangatnya air panas yang keluar di sela bebatuan pantai Pantai Kawaliwu. (Foto: Simon Nany)

Air panas di Pantai Kawaliwu bersumber dari Gunung Ile Mandiri atau Gunung Mandiri di Kecamatan Lewolema. Gunung Ile Mandiri merupakan gunung berapi yang statusnya masih aktif. Sehingga masih mengeluarkan panas dari perut bumi secara terus menerus melalui air yang mengalir ke arah pantai.

Bibir Pantai Kawaliwu ini memang bukan pasir, bukan juga karang, tetapi bebatuan hasil sendimentasi, seperti erosi atau terbawa aliran sungai. Berwarna coklat kehitaman, berukuran sangat besar dengan diameter sekitar satu meter, hingga yang kecil seperti kelereng.

Di sela-sela batuan yang tersusun rapi di Pantai Kawaliwu, terdapat aliran-aliran air yang jika kita sentuh akan terasa hangat. Sedangkan jika digali semakin dalam akan terasa semakin panas.

Fenomena munculnya air panas di Pantai Kawaliwu terjadi akibat bencana gempa bumi  dahsyat pada tahun 1992 yang berpusat di Maumere. Gempa bumi tersebut menimbulkan efek tanah menjadi terbelah, serta terdapat retakan-retakan termasuk di pantai ini. Hal tersebut yang menjadi hipotesis warga, kenapa panas bumi bisa menyebabkan air keluar dari tanah dalam keadaan panas.

Pasca bencana, kini Pantai Kawaliwu kerap dikunjungi oleh wisatawan yang ingin berendam di air panas, sembari menikmati indahnya matahari terbenam di Laut Flores. Lokasi pantai ini berjarak sekitar 17 kilometer dari arah utara Kota Larantuka. Bisa ditempuh dengan motor atau mobil dengan jarak tempuh sekitar 30 menit.

Saat menikmati langit senja sembari berendam air panas, di bagian depan kita juga dapat menyaksikan gunung yang hijau dan rimbun pepohonan. Di tempat yang sama pula, kita juga dapat melihat pantai yang tenang dengan airnya yang sangat jernih.

Berikan Komentar Anda

avatar