Pict : ung.ac.id

NEWSWANTARA – Meski identik dengan keindahan pemandangan bawah lautnya, Gorontalo juga memiliki sejarah rekam jejak pemerintahan Portugis yang pernah mendiami Nusantara. Berlokasi di sebuah bukit yang berada di desa Dempe, Kota Barat, Provinsi Gorontalo.

Didirikan sebagai benteng pertahanan, benteng Otanaha dibangun oleh Raja Ilato pada pada abad ke-15 dengan prakarsa pemimpin-pemimpin kapal Portugis yang berhenti di pelabuhan Gorontalo. Benteng yang terbuat dari pasir, batu kapur ini sangat kuat meskipun semennya hanya terbuat dari telur Burung Maleo.

Benteng Otanaha dibangun dengan tinggi 7 meter dan berdiameter sekitar 20 meter. Ada 3 benteng yang dihubungkan dengan jalan setapak untuk menuju tiap-tiap benteng. Secara keseluruhan, Benteng Otanaha  adalah sebuah komplek yang terdiri dari tiga bangunan yakni, Benteng Otanaha, Benteng Otahiya, dan Benteng Ulupahu.

Berdasarkan cerita yang ada, Raja Ilato memiliki dua orang putri dan seorang putra, yaitu Ndoba, Tiliaya dan Naha. Ketika berusia remaja, Naha pergi merantau ke negeri seberang, sedangkan kedua saudara perempuannya tinggal di wilayah Kerajaan Gorontalo.

Singkat cerita, tahun 1585, Naha kembali ke negerinya dan memperistri Ohihiya. Hasil perkawinan mereka melahirkan Paha (Pahu) dan Limonu. Suatu  ketika, terjadi perang melawan pemimpin transmigran, Hemuto. Naha dan Paha tewas dalam perang tersebut. Limonu pun menuntut balas atas kematian ayah dan kakaknya.

Dalam perang melawan Hemuto, Naha, Ohihiya, Paha, dan Limonu memanfaatkan ketiga benteng tersebut sebagai pusat kekuatan pertahanan. Untuk mengenang perjuangan mereka, ketiga benteng di atas  diabadikan dengan nama benteng Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu. Namun, dalam perkembangannya, benteng ini lebih dikenal dengan nama Benteng Otanaha.

Pict : kemenkeu.go.id
Pict : kemenkeu.go.id

Pada masa penjajahan Belanda, benteng ini juga pernah digunakan oleh para pejuang Gorontalo sebagai benteng pertahanan melawan penjajah Belanda. Bentuk benteng yang melingkar memudahkan para pejuang untuk dapat memantau musuh dari segala arah.

Posisi benteng yang berada di puncak bukit mengharuskan pengunjung untuk menaiki anak tangga yang cukup banyak atau bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat untuk mendekat ke lokasi benteng. Sedangkan untuk mencapai satu benteng ke benteng yang lainnya bisa dengan berjalan kaki, karena jaraknya cukup dekat.

Benteng yang menjadi perwujudan kerjasama antara Potugis dengan Raja Ilato yang berkuasa pada tahun 1505-1585 ini memiliki struktur yang cukup mengagumkan. Jika dilihat dari dekat, batu yang menjadi struktur benteng ini memiliki pori layaknya batu karang yang telah menjadi fosil.

Tidak hanya itu, sekeliling lokasi benteng juga ditumbuhi rerumputan hijau yang menambah indahnya tempat ini. Selain itu lokasi benteng yang cukup tinggi juga memberikan pemandangan leluasa ke arah danau Limboto dan Kota Gorontalo.

Benteng Otanaha terletak sekitar 8 km dari Kota Gorontalo, Untuk sampai ke lokasi, pengunjung dapat menyewa bentor (becak motor) dengan waktu tempuh sekitar 20 menit, karena di tempat tersebut belum tersedianya kendaraan umum.

Berikan Komentar Anda

avatar