Kampung Warna Warni Jodipan menjadi obyek foto selfie yang menarik bagi para wistawan yang berkunjung. [UMM/Rino Anugrawan]

NEWSWANTARA – Terkenal dengan pariwisatanya, Malang kini memiliki kampung warni-warni yang semakin memperkaya destinasi kunjungan pariwisata. Kampung Jodipan, terletak di Kecamatan Blimbing kota malang, tepatnya di RT 06-08 Kelurahan Jodipan.

Di inisiasi oleh sekumpulan anak muda kreatif yang ingin menyelesaikan tugas akhir menjadi awal mula ide kampung warna-warni Jodipan. Ide awal kampung warna-warni di Kota Malang ini digagas oleh sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan praktikum Public Relations (PR) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.

Praktikum ini merupakan tugas mata kuliah Public Relations II yang mewajibkan mahasiswanya untuk menyelenggarakan sebuah event serta management event dengan menggandeng beberapa lembaga atau perusahaan.

Memiliki konsep hingga pengaplikasian yang logical, idenya kemudian di dukung oleh seniman, perangkat desa, hingga pemerintah daerah. Tidak terkecuali dukungan serta kerja sama yang ditunjukan oleh masyarakat membantu terwujudnya kampung warna-warni Jodipan.

Inspirasi yang datang dari rumah kotak-kotak warna-warni di Desa Favela, Rio de Janeiro, Brasil mengawali pembenahan Jodipan, sebanyak 100 unit rumah di cat yang menghabiskan 3 ton cat dengan varian 15 warna. Keterlibatan komunitas mural dan seniman juga semakin memperkaya dalam mengkreasikan kampung Jodipan.

Bantuan langsung juga datang dari Batalion 464 Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU Malang yang bersedia untuk mempercantik Jodipan. Sebelumnya, kampung ini sempat ada wacana untuk digusur, dikarenakan bangunannya berdiri diatas tanah Negara.

Kampung yang di huni oleh kebanyakan pendatang sebelumnya terlihat kumuh. Perilaku masyarakat juga masih kurang sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Setelah terwujudnya kampung Jodipan kian hari perubahan masyarakat makin nyata. Kedatangan wisatawan perlahan mengubah perilaku masyarakat. Budaya malu mulai ditunjukan dengan kedatangan wisatawan, kesadaran akan kebersihan dapat dilihat dari kondisi kampung Jodipan.

Perilaku membuang sampah ke sungai dinyatakan dengan kesadaran menyediakan tempat sampah, hal tersebut dapat dilihat di titik-titik yang telah disediakan. Sesuai dengan gagasan awalnya, mengubah perilaku warga di bantaran sungai yang membuang sampah ke sungai realisasi Jodipan kian nyata.

Jodipan dipilih lantaran terlihat memiliki lanskap yang bagus dilihat dari jembatan Jalan Gatot Subroto. Ternyata tidak hanya sekedar menyeleseikan tugas akhir, namun menciptakan destinasi baru yang mampu mendatangkan wisatawan lebih dari 500 orang pada akhir pekan serta memiliki nilai untuk masyarakat Kampung Jodipan.

Berikan Komentar Anda

avatar