Sumber: rodajayapontianak.com

NEWSWANTARA – Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan salah satu negara didunia yang di lewati garis khatulistiwa. Garis equator ini tepat berada di kota Pontianak, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Barat. Lokasinya persis di tepi Sungai Kapuas.

Garis equator sendiri ialah sebuah garis imajinasi yang digambar ditengah-tengah planet diantara dua kutub dan paralel terhadap poros rotasi planet. Garis Khatulistiwa membagi bumi menjadi dua bagian belahan bumi bagian utara dan selatan.

Letak geografis ini mengakibatkan sebuah peristiwa alam yaitu Titik Kulminasi Matahari yang terjadi di Pontianak. Titik Kulminasi Matahari merupakan fenomena alam ketika matahari tepat berada di garis khatulistiwa.

Kejadian alam ini terjadi setahun dua kali yakni antara tanggal 21 sampai 23 Maret dan 21 sampai 23 September. Pada saat itu posisi matahari tepat berada di atas kepala sehingga bayangan benda-benda dipermukaan bumi tidak tampak.

Inilah yang terjadi beberapa detik di kota Pontianak tepatnya di area Tugu Khatulistiwa. Oleh karenanya pula pada tanggal-tanggal tersebut banyak tamu lokal maupun mancanegara berkunjung ke Pontianak.

Kejadian titik kulminasi ini juga dapat dijumpai di Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, dan Somalia yang mana semuanya merupakan kawasan Afrika. Di wilayah Amerika Latin seperti di Ekuador, Columbia, Peru, dan Brazil juga dilewati garis khatulistiwa ini. Namun, Pontianak merupakan satu-satunya kota di dunia yang persis dilewati oleh garis equator. Hal inilah yang menyebabkan kota ini begitu istimewa.

Berdasarkan catatan sejarah disebutkan bahwa, pada 31 Maret tahun 1928, seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda melakukan ekspedisi internasional ke Pontianak. Perjalanan ini membawa misi menentukan titik atau tonggak garis equator di kota Pontianak.

Sumber: arsip monumen khatulistiwa
Bentuk Awal tugu khatulistiwa pada masa penjajahan Belanda. Sumber: arsip monumen khatulistiwa

Kemudian dibangun sebuah monumen untuk menandai titik garis equator itu yang sekarang lebih dikenal dengan Tugu Khatulistiwa. Bangunan Tugu Khatulistiwa (pada awal tahun berdiri 1928) itu sendiri terdiri atas empat buah tonggak kayu belian (kayu besi).

Masing-masing kayu berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran da anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.

Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR dalam bahasa Belanda yang berarti garis equator sepanjang 2,11 meter. Kemudian panjang penunjuk arah 2,15 meter.

Berikan Komentar Anda

avatar