Sumber: wayangan.com

NEWSWANTARA – Budaya Jawa yang merupakan subkultur Kebudayaan Nasional Indonesia telah mengakar bertahun-tahun menjadi pandangan hidup dan sikap hidup orang Jawa. Budaya yang selalau berpegang teguh pada kepercayaan nenek moyang serta menggabungkannya dengan kesenian dari India, menjadi sempurna ketika nilai religiusitas terkandung didalamnya. Itulah yang disebut Wayang. 

Wayang merupakan sebuah seni budaya pertunjukkan asli Indonesia yang dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa dan Hindu serta berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali. Dalam bahasa Jawa, kata wayang dapat diartikan sebagai “ayang-ayang” atau bayangan, sebab yang kita lihat adalah bayangannya pada kelir, yaitu kain putih yang dibentang sebagai pentas pergelaran wayang.

Secara filosofis seni budaya wayang dapat diartikan sebagai suatu bayangan atau merupakan pencerminan dari sifat-sifat dasar yang ada di dalam jiwa manusia, seperti watak angkara murka, kebajikan, serakah, dan lain sebagainya.

Wayang juga merupakan bentuk penggambaran alam pikiran Orang Jawa yang bersifat dualistik. Dalam cerita pewayangan selalu ada dua hal yang tak terpisahkan, yakni pihak atau kelompok yang saling bertentangan, baik dan buruk, lahir dan batin, serta halus dan kasar. Keduanya bersatu dalam diri manusia.

Di Indonesia sendiri terdapat beberapa jenis wayang, seperti Wayang Kulit (Purwa), Wayang Klithik, Wayang Golek, Wayang Beber, Wayang Orang dan Wayang Suket, dan yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah wayang kulit.

Dalam pertunjukkan, wayang yang berwatak baik selalu dimainkan di sebelah kanan dalang, dan yang jahat dimainkan di sebelah kiri dalang. Satu pertunjukan wayang bisa memakan waktu yang sangat lama, sekitar 7-9 jam.

Alat musik yang paling penting dalam pentas wayang adalah alat pukul yang namanya gender. Musik yang dimainkan selalu berubah-ubah mengikuti alur cerita. Dalang menggunakan pemukul kayu (cempala) dan kotak kayu besar yang biasanya dipakai untuk menyimpan semua watak wayang untuk memberitahu kepada pemain gamelan mengenai musik macam apa yang harus dimainkan.

Di antara cerita wayang yang paling tersohor adalah cerita tentang perang Baratayuda atau perang saudara antara Pandawa lima, yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa melawan, saudara sepupu pandawa yang berjumlah seratus (Kurawa). Cerita tersebut dikemas dalam sebuah cerita epik Mahabarata.

Pada masa berkembangnya agama Hindu di Nusantara, seni pertunjukan wayang menjadi media paling efektif untuk menyebarkan agama Hindu dengan mempertunjukkan wayang menggunakan cerita Ramayana dan Mahabarata.

Wayang juga menjadi media penyebaran agama Islam pada masa Wali Songo. Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan menggabungkan adat istiadat Orang Jawa pada masa itu dengan ajaran-ajaran agama Islam, dengan tujuan supaya manusia senantiasa ingat terhadap sang pencipta.

Asimilasi budaya yang dilakukan Sunan Kalijaga berhasil memunculkan sebuah watak wayang baru yang sarat akan nilai-nilai keislaman yang disebut ‘Punakawan’ yang terdiri atas Semar, Bagong, Petruk, dan Gareng.

Wayang memiliki gaya tutur dan keunikannya tersendiri. Wayang dikenal dunia sebagai pertunjukkan bayangan boneka tersohor dari Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tak ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Atas dasar itulah pada tahun 2003, UNESCO menetapkan wayang ke dalam daftar representatif budaya tak benda warisan manusia.

Berikan Komentar Anda

avatar