Ritual Marapu
Suasana masyarakat sumba yang sedang menarik batu yang akan digunakan sebagai dolmen diatas liang kuburnya. [Pict : tagar.id]

NEWSWANTARA – Ratusan orang berkumpul di Desa Napu yang dikawal langsung oleh aparat Kepolisian. Bukan untuk demo tetapi sedang melaksanakan Ritual Tarik Batu Kubur. Kepercayaan orang Sumba (Budaya Marapu), tarik Batu merupakan upacara pemakaman yang diyakini sebagai cara paling pantas untuk mengantarkan jenazah.

Baca juga : 

Batu yang ditarik digunakan sebagai dolmen diatas liang kubur yang membutuhkan persiapan matang dalam pelaksanaannya. Memindahkan batu kubur yang berukuran besar memerlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Hal inilah yang menjadi ritual ini sebagai ritual besar yang memerlukan rencana yang matang.

Beberapa tukang kayu yang disebut monipelu akan membuat kuda-kuda (tenan) berupa dua gelondong kayu bulat utuh yang ukurannya disesuaikan dengan batu. Ritual ini dikomandani oleh paaung watu yang bertugas mengatur jalannya upacara sambil meneriakkan kata hutaya – yang artinya semangat.

Terkadang untuk membangkitkan tenaga, seorang paaung watu akan meneriakkan kata sindiran seperti mangumammi (perempuan kamu!), yang dijawab spontan oleh massa sambil mengerahkan segenap tenaga untuk kembali bersemangat menarik batu, dengan teriakan munima (kami laki-laki!).

Paaung watu sebagai koordinator salah satu kunci sukses dalam upacara tarik batu. Dialah yang harus memiliki kemampuan lebih untuk mengatur dan memberi semangat kepada massa yang jumlahnya mencapai ribuan. Secara berkala mereka juga disiram air untuk menghindari dehidrasi, karena panas matahari di daerah Sumba sangat terik.

Bagi orang Sumba, menyiapkan kubur batu sebagai tempat peristirahatan terakhir merupakan satu kebutuhan. Sungguh satu kebahagiaan yang sempurna jika pada saat hidupnya, orang Sumba melihat secara langsung persiapan dan pembuatan makam sebagai tempat istirahat abadinya kelak.

Sebuah kubur batu yang megah dipercaya menjadi semacam kendaraan yang akan mengantar arwah ke dunia yang kekal. Melihat sebuah kubur yang kelak akan dipakai sebagai tempat jenazahnya, mendatangkan rasa nyaman dan prestise tersendiri. Terlebih jika kubur tersebut terbuat dari monolith besar yang untuk menarik dan membuatnya menjadi kuburan memerlukan biaya yang sangat besar.


Dikelolah dari berbagai sumber 

Berikan Komentar Anda

avatar