Pict : ranselwisata.com

NEWSWANTARA – Dataran tinggi Dieng yang teretak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dinilai layak untuk dijadikan sebagai kawasan geopark kelas dunia. Kawasan dataran tinggi Dieng diakui oleh banyak pihak memiliki sejuta pesona. Bagi para wisatawan, Dieng merupakan magnet yang mampu membuat mereka seolah tak pernah puas untuk mendatanginya.

Bagi para ilmuwan, Dieng seperti laboratorium raksasa yang siap digali beragam isi yang terkandung didalamnya. Adalah Priatna, seorang peneliti dari Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung yang telah melakukan eksplorasi di Dieng sejak 1991. Ia menemukan berbagai potensi alam tak terduga di kawasan vulkanik aktif itu. Penelitian berawal dari rasa penasaran setelah kasus tewasnya ratusan warga Dieng, karena diduga menghirup gas beracun di Dieng pada 1979.

Kandidat doktor Unpad itu menyatakan bahwa selama melakukan penelitian tentang gas beracun, ia menemukan potensi alam yang luar biasa di kawasan dengan tinggi rata-rata sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut itu. Priatna menyebutkan bagwa Dieng layak diajukan menjadi kawasan Taman Bumi atau Geopark kelas dunia

Priatna (kiri) bersama Kepala Kantor Pariwisata dan Perekonomian Kreatif Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo. Pict : wonosobozone.com

Di Indonesia baru memiliki dua geopark kelas dunia, yakni Kaldera Batur di Gunung Batur Bali dan Gunungsewu di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun geopark kelas nasional ada empat kawasan di Indonesia, antara lain Rinjani, Toba, Merangin, dan Cileteuh Sukabumi.

Baca Juga : Kebun raya pertama yang dibuat Indonesia

Kepala Kantor Pariwisata dan Perekonomian Kreatif Kabupaten Wonosobo Agus Purnomo menyambut baik atas gagasan yang diajukan Priatna untuk menjadikan Dieng menjadi salah satu geopark kelas dunia. Sejauh ini pemerintah daerah setempat siap memfasilitasi upaya sosialisasi yang bakal digelar dalam waktu dekat.

Dengan status sebagai geopark yang diakui Unesco Global Geopark (UGG), kedepannya Dieng akan menjadi semakin ramai dikunjungi oleh para wisatawan, tidak hanya wisatawan akan tetapi juga para akademisi, baik domestik maupun dari mancanegara. Dengan status geopark juga merupakan upaya untuk melindungi keanekaragaman hayati beserta ekosistem lingkungan Dieng.


Sumber : Jatengprov

Berikan Komentar Anda

avatar