Padang lamun
Di dunia terdapat 60 spesies lamun, 12 diantaranya dapat ditemukan di perairan Indonesia. Padang lamun merupakan ekosistem laut yang memiliki berbagai peranan dan fungsi yang penting bagi kehidupan manusia. (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Pesisir pantai Indonesia memiliki tiga tipe ekosistem yang penting bagi kehidupan manusia, yakni terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Di antara ketiganya, padang lamun merupakan tipe ekosistem yang paling sedikit dikenal.

Baca Juga:

Padang lamun kurang mendapat perhatian dikarenakan ekosistem padang lamun sering disalahpahami sebagai lingkungan yang tak ada gunanya, tak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

Kita tak pernah menyadari, bahwa hamparan padang lamun (seagrass bed) yang ada di bawah permukaan air laut yang kita nikmati merupakan sebuah kekuatan besar dunia yang mampu menyerap karbon yang dilepaskan ke atmosfir.

Lamun (seagrass) merupakan tumbuhan berbunga yang telah menyesuaikan diri hidup terbenam di dalam laut dangkal. Lamun berbeda dengan rumput laut (seaweed) yang dikenal juga sebagai makroalga. Lamun berbunga (jantan dan betina) dan berbuah di dalam air. Produksi serbuk sari dan penyerbukan sampai pembuahan semuanya terjadi dalam medium air laut.

Lamun mempunyai akar dan rimpang (rhizome) yang mencengkeram dasar laut sehingga dapat membantu pertahanan pantai dari gerusan ombak dan gelombang. Dari sekitar 60 jenis lamun yang dikenal di dunia, Indonesia mempunyai sekitar 13 jenis.

Padang lamun memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia. Ekosistem ini menunjang keberlangsungan sumber daya perikanan di Indonesia. Sebagai contoh, berbagai jenis komoditas perikanan, seperti ikan baronang (samandar), kepiting rajungan, dan kerang-kerangan banyak ditemukan hidup di padang lamun.

Selain bermanfaat bagi perikanan, padang lamun juga membantu mengurangi laju perubahan iklim dengan menyerap emisi karbondioksida. Padang lamun juga dapat menahan gelombang, serta menangkap dan menyetabilkan sedimen, sehingga air menjadi lebih jernih.

Berdasarkan data Pusat Penelitian dan Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Indonesia memiliki padang lamun seluas 150.693,16 hektare dan mampu menyerap karbon sebesar 992,67 kilo ton (kt) per tahun, atau setara dengan 3,64 mega ton (Mt) karbondioksida (CO2) per tahun dengan rata-rata penyimpanan cadangan karbon sebesar 0,94 ton per hektare (ha) atau total 141,98 kt.

Ekosistem padang lamun mampu menyerap dan menyimpan karbon baik di dalam vegetasi maupun di dalam substrat tempat lamun tumbuh. Dengan padang lamun seluas 150.693,16 hektare, Indonesia memiliki potensi cadangan dan serapan yang cukup besar.

Berikan Komentar Anda

avatar