Gerhana Matahari Total
Gerhana Matahari Total. (Foto: Pixabay)

NEWSWANTARA – Gerhana matahari total baru saja terjadi Selasa ini (7/2/2019). Masyarakat di dunia berkesempatan untuk dapat menyaksikan fenomena alam ini, walaupun lokasinya terbatas. Gerhana matahari total merupakan sebuah peristiwa di mana posisi matahari, bulan dan bumi berada dalam satu garis lurus, sehingga sinar matahari benar-benar tertutupi oleh bayangan bulan dan menyebabkan hilangnya sinar matahari sejenak, sehingga langit menjadi gelap seperti malam.

Gerhana matahari total pada 2 dan 3 Juli hanya dapat diamati di Pasifik dan Amerika Selatan karena wilayah tersebut dilintasi garis gerhana yang dimulai pada pagi hari tanggal 3 Juli di Pasifik Barat dan berakhir 3 Juli di Amerika Selatan. Total jalur gerhana matahari yang hanya bisa dilihat di daratan hanya di Chili dan Argentina, Peristiwa dari gerhana matahari ini dimulai di Afrika, Arab dan Asia Barat, dengan puncaknya di Asia Tenggara dan Cina dan kemudian di Pasifik Barat.

(Baca Juga: Giri Suseno Hadihardjono Ilmuwan Indonesia Dalam Proyek NASA)

Puncak dari peristiwa gerhana matahari ini akan terjadi pada pukul 02.22 dini hari WIB, Rabu (3/7/2019). Meski gerhana matahari hanya melewati Pasifik dan Chile, kita yang berada di Indonesia tetap dapat menyaksikan fenomena ini secara langsung melalui streaming video di situs web NASA, yang akan mengalirkan pandangan langsung dari teleskop di Vicuna, Chili.

Menurut laporan NASA, Gerhana Matahari berikutnya yang akan terlihat di Amerika Selatan akan terjadi pada 14 Desember 2020. Amerika Utara tidak akan mengalami Gerhana Matahari lagi sampai 8 April 2024, ketika jalur totalitas akan melakukan perjalanan ke utara dari Mazatlan, Meksiko, ke Newfoundland, Kanada.

(Baca Juga: Memandangi Langit Senja Sembari Berendam Air Panas di Pantai Kawaliwu)

Sementara itu, peristiwa gerhana matahari total akan muncul lagi di Indonesia pada 26 Desember 2019 dan kemungkinan dapat diamati di sebagian Afrika, Asia, dan Australia. Diperkirakan saat itu Indonesia akan mengalami gerhana matahari cincin, yang tepatnya melewati Sinabang, Sibolga, Padang Sidempuan, Duri, Siak, Pedang, Batam, Tanjung Pinang, Singkawang, Kalimantan Timur bagian utara, dan Kalimantan Utara bagian selatan.

Gerhana matahari total pernah menyambangi Indonesia pada Juni 1983, Oktober 1995, dan Maret 2019. Saat gerhana matahari total terjadi 9 Maret 2019, fenomena ini melewati 11 provinsi di Indonesia, dari Palembang (dengan lama 1 menit 52 detik), Belitung (2 menit 10 detik), Balikpapan (1 menit 9 detik), Luwuk (2 menit 50 detik), Sampit (2 menit 8 detik), Palu (2 menit 4 detik), Ternate (2 menit 39 detik), Bangka (2 menit 8 detik), Palangkaraya (2 menit 29 detik), Poso (2 menit 40 detik), dan Halmahera (1 menit 36 detik).