Gempa bumi dan Tsunam Palu
Kondisi Kawasan terdampak bencana di Palu [Foto : ANTARA/Irwansyah Putra]

NEWSWANTARA – Bencana alam yang telah menimpa Palu, Sigi dan Donggala telah menyisahkan duka yang cukup mendalam bagi masyarakat Indonesia. Geografis Indonesia memang memberi pertanda bahwa masyarakat Indonesia harus selalu siap untuk menghadapi bencana. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan 3 lempeng tektonik.

Baca juga : 

Wilayah pantai di Indonesia mulai dari pantai barat Sumatera, pantai selatan Pulau Jawa, pantai utara dan selatan pulau-pulau Nusa Tenggara, pulau-pulau di Maluku, pantai utara Irian Jaya dan hampir seluruh pantai di Sulawesi harus diwaspadai.

Di Sulawesi, terdapat istilah sesar (patahan kerak bumi) Palu Koro. Sesar ini merupakan patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua. Dimulai dari batas perairan Laut Sulawesi dengan Selat Makassar hingga ke Teluk Bone. Sesar ini dikatakan sangat aktif hingga pergerakannya mencapai 35 sampai 44 milimeter per tahun.

Sesar Palu Koro merupakan patahan dengan pergerakan terbesar kedua di indonesia, setelah patahan Yapen, Kepulauan Yapen. Bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala penyebab utamanya yaitu sesar Palu Koro. Sesar ini termasuk sesar paling aktif selain sesar Semangko di Sumatera.

Sesar atau patahan merupakan hasil aksi gaya lempeng tektonik yang membentuk batas-batas antara lempeng, seperti zona subduksi atau sesar transform. Energi yang dilepaskan menyebabkan gerakan cepat pada sesar aktif yang menjadi penyebab utama gempa bumi. Seperti halnya yang terjadi di Donggala pada kedalam 10 km di bawah permukaan laut.

sesar Palu Koro
Letak sesar Palu Koro yang menjadi patahan teraktif di Indonesia [Foto : litbang.kemendagri.go.id]

Gempa berkekuatan 7,4 SR yang disusul oleh gelombang tsunami setinggi 1,5 meter yang memporak-porandakan Palu, Sigi dan Donggala menambah catatan baru bencana di Pulau Sulawesi. Berada di sesar teraktif dan terbesar di Indonesia, sumber gempa Palu dipastikan akibat adanya aktivitas sesar geser Palu Koro.

Hal inilah yang patut diwaspadai bagi masyarakat Sulawesi khususnya bagi Sulawesi tengah. Pergerakan aktif sesar Palu Koro memberi pertanda untuk harus selalu waspada terhadap kondisi geografis yang dimiliki. Tidak hanya di Sulawesi tapi seluruh daerah rawan bencana di Indonesia untuk tetap selalu waspada dan tetap menjaga kelestarian alam, karena alam tidak akan pernah ingkar.

Berikan Komentar Anda

avatar