Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu dan cerita legenda Sangkuriang Dayang Sumbi [Istimewa]

NEWSWANTARA – Gunung Tangkuban Perahu merupakan gunung yang berada di Jawa Barat. Gunung ini mempunyai ketinggian 2.084 Mdpl dengan bentuk menyerupai perahu yang terbalik. Konon dalam cerita sejarah terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu memang terbentuk dari perahu yang terbalik.

Legenda Gunung Tangkuban Perahu memang sudah banyak didengar banyak orang, tetapi bagi mereka yang belum pernah mendengarnya pasti akan penasaran dan ingin mengunjungi salah sau gunung yang masih aktif ini.

Cerita Legenda Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu

Asal usul dari terbentuknya gunung Tangkuban Perahu berkaitan dengan legenda Sangkuriang yang jatuh cinta kepada Dayang Sumbi, ibu kandungnya. Untuk menggagalkan niat sangkuriang yang ingin menikahinya, Dayang Sumbi memberikan syarat dengan menyuruh sangkuriang membuat telaga dan perahu dalam waktu semalam.

Ketika usahanya gagal, sangkuriang menendang perahu tersebut dan terbalik. Perahu inilah yang akhirnya menjadi gunung tangkuban perahu. Selain itu kisah sangkuriang juga dikaitkan dengan beberapa Gunung disekitar Gunung Tangkuban Perahu.

Gunung Bukit Tunggul

Konon Gunung ini berasal dari bekas tebangan pohon yang kayunya digunakan Sangkuriang untuk membuat pohon.

Gunung Burangrang

Gunung Burangrang yang memiliki bentuk tidak seperti gunung pada umumnya, dipercaya merupakan sisa tumpukan kayu ketika akan membuat kayu dan bendungan oleh Sangkuriang.

Gunung Manglayang

Dibandingkan gunung-gunung lainnya, Gunung Manglayang adalah yang paling rendah. Ketinggian gunung ini hanya 1.818 Mdpl.  Dalam cerita legenda, konon ketika Sangkuriang menjebol bendungan danau Sanghyang Tikoro, dia melempar sumbatan karena gagal memenuhi persyaratan Dayang Sumbi dan akhirnya berubah menjadi Gunung Manglayang.

Fakta Geologis Mengenai Gunung Tangkuban Perahu

Beberapa juta tahun yang lalu, para ahli menemukan gunung api yang sangat besar dengan ketinggian 2000 Mdpl yang dinamakan Gunung Purba. Letusan dari Gunung Purba yang sangat besar membentuk sebuah kawah gunung api yang sangat besar.

Konon keberadaan gunung-gunung kecil yang berada di kota Bandung hanyalah sebagian kecil dari sisa letusan gunung purba, diantaranya adalah Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sunda dan Gunung Bukit tunggul.

Gunung purba telah berkali kali meletus dan membendung aliran sungai purba yang saat ini menjadi sungai Citarum yang mengalir ke tengah kawah dan terbentuklah danau Gunung tangkuban Perahu. Penelitian geologis membuktikan bahwa sisa danau purba sudah ada sejak 125 tahun yang lalu dan pernah mengering sekitar 16.000 tahun yang lalu.

Letusan Gunung tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban Perahu menurut catatan sejarah pernah terjadi di tahun 1910 pada kawah Ratu dan memuntahkan abu vulkanik beracun. Bahkan pada 2005 terjadi gempa vulkanik sebanyak 17 kali dan dinyatakan status Siaga 1. Meskipun demikian warga sekitar enggan untuk mengungsi, padahal status gunung berpotensi mengeluarkan letupan yang berbahaya.

Selain itu sempat terjadi beberapa kali peningkatan status dari normal menjadi waspada, diantaranya pada bulan februari dan Oktober 3013. Bahkan pada saat itu disebut sebagai sejarah batu gunung tangkuban Perahu karena terjadi letusan 4 hari berturut turut  disertai gempa di kawasan tangkuban Perahu dan mengeluarkan hujan abu.

Pada 2 januari 2015 ditemukan retakan baru pada Gunung Tangkuban Perahu. Retakan baru tersebut sepanjang 25 hingga 50 meter dan mengeluarkan abu. Retakan baru ini berpotensi terjadi letusan kembali.

Gunung Tangkuban Perahu Telah Dihuni Manusia Sejak Zaman Purba

Gunung Tangkuban Perahu telah dihuni oleh manusia sejak tiga sampai enam ribu tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya tanda tanda kehidupan masa lampau di gua Pawon dan daerah pinggiran danau Gunung Tangkuban perahu.

Berikan Komentar Anda

1 Komentar Pada "Legenda Dan Fakta Geologis Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu"

avatar
Abelard Zaim
Guest

Isi blognya udh bagus. Kalau boleh saran, tolong tambahin sumber/data dari tiap penjelasan. Terutama yg fakta geologis sama sejarah letusan