Perbatasan Kalimantan
Tentara Indonesia yang berjaga di pos lintas batas di Provinsi Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Negara Bagian Sarawak, Malaysia. (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Borneo/Kalimantan adalah pulau terbesar ketiga di dunia setelah Greenland dan New Guinea. Dengan keanekaragaman hayati, budaya, dan keajaiban alam yang tak tertandingi, Pulau ini merupakan surga bagi ekowisata. Pulau ini dibagi antara Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.

Brunei Darussalam

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin
Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin yang merupakan landmark dari Brunei Darussalam. (Foto: Istimewa)

Kesultanan Brunei Darussalam adalah salah satu negara terkecil di dunia serta memiliki standar hidup yang tinggi. Jika kita lihat ke belakang beberapa abad lalu, Kekaisaran Brunei membentang di sebagian besar pesisir Kalimantan dan mengendalikan perdagangan maritim.

Namun Kekaisaran Brunei mengalami konflik internal, kolonialisme, dan pembajakan yang menyebabkan kejatuhan Brunei. Pada tahun 1888, Sultan meminta Inggris untuk membantu memerangi para pembajak yang menyerang. Brunei kemudian menjadi Protektorat (negara atau wilayah yang dikontrol) Inggris sampai kemerdekaan mereka hampir seabad kemudian pada tahun 1984. Sultan Brunei berteman baik dengan Ratu Inggris dan sangat kaya.

Malaysia

Menara Petronas
Menara Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004. (Foto: Istimewa)

Kisah Malaysia dimulai dari kolonialisme Inggris. Perdagangan Rempah yang sedang menjadi tren beberapa abad yang lalu menjadi alasan bagi Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris berlayar di seluruh dunia untuk menemukan rempah-rempah seperti kayu manis dan lada.

Pada abad ke-18, British East India Company, yang kemudian berganti nama menjadi British North Borneo Company, tiba dan mengeksploitasi sumber daya alam di Sabah dan Sarawak. Perusahaan tersebut kemudian tumbuh dan memerintah segalanya selain dari urusan luar negeri, mengubah Pulau Kalimantan di bagian utara menjadi kekuatan ekonomi.

Infrastruktur termasuk jalan dan kereta api dibangun secara bersamaan dan dibarengi dengan revolusi dalam sistem pendidikan. Setelah kehancuran Inggris selama Perang Dunia 2, Kerajaan Inggris menyerap sumber daya Kalimantan bagian utara sampai mereka bergabung dengan Federasi Malaysia pada tahun 1963.

Indonesia

Monumen Nasional (Monas)
Monumen Nasional (Monas) merupakan sebuah monumen setinggi 132 meter yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Hindia Belanda. (Foto: Istimewa)

Indonesia mencakup lebih dari 70% wilayah di Pulau Kalimantan. Secara historis, wilayah ini memiliki hubungan yang kuat dengan India dan menganut kepercayaan Buddhisme dan Hinduisme yang cukup dominan. Suku Dayak Pribumi menghuni tanah itu sampai abad ke-17.

Pada abad ke-18 para sultan di Kalimantan Barat mendatangkan buruh yang berasal dari China untuk bekerja dalam pertambangan emas atau timah. Para pekerja tersebut kemudian membentuk daerah ikatan usaha (kongsi) dan memiliki otonomi secara politik yang bernama “Republik Lanfang“. Kongsi-kongsi tersebut kemudian dibubarkan oleh Belanda pada tahun 1884.

Pasca era kolonialisme Belanda berakhir, Kalimantan kemudian bergabung dengan Indonesia, yang diikuti dengan perselisihan perebutan wilayah yang cukup sengit dengan Malaysia.