Danau Sentarum
Danau Sentarum Saat Musim Hujan. [Istimewa]

NEWSWANTARA – Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) yang mempunyai luas 132.000 Hektar, berada 700 kilometer timur laut dari Kota Pontianak, TNDS terdiri atas 89.000 hektar hutan rawa tergenang dan 43.000 hektar daratan.

Sentarum menjadi lokasi lahan basah yang dilindungi oleh Konvensi Ramsar dan ditetapkan pada saat perjanjian internasional untuk konservasi dan pemanfaatan lahan basah di Indonesia. Sentarum merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang masih tersisa yang dimiliki Indonesia maupun di Asia Tenggara.

Secara administratif, danau sentarum meliputi 7 kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Mulai Kecamatan Batang Lumpar, Kecamatan Badau, kecamatan Embau, Kecamatan Bunut Hilir, Kecamatan Suhaid, Kecamatan Selimbau, hingga Kecamatan Semitau.

Baca Juga:

Danau Sentarum adalah kolam raksasa dengan kedalaman 15 meter selama sepuluh bulan dalam satu tahun. Airnya coklat kemerahan disebakan bahan asam tanin dan daun yang membusuk di dalam air.

Di kawasan danau Sentarum terdapat jenis tumbuhan yang sama dengan tumbuhan endemik di Amazon. Masyarakat Danau Sentarum mengenal tumbuhan itu dengan sebutan pohon Pungguk yang dalam bahasa ilmiahnya Cratea Religiosa.

Sentarum memiliki 33 jenis tumbuhan yang merupakan jenis endemik dan 10 jenis merupakan jenis baru. Data-data tersebut belum seluruhnya terinventarisir terutama jenis pohon yang berada dihutan dataran rendah perbukitan, kemudian jenis-jenis anggrek dan jenis parasit.

Bila beruntung, beberapa satwa unik lain dapat ditemui di hamparan banjir terluas di Asia tenggara ini. Seperti siamang (Hylobates muelleri), keluarga kera yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo pygmaeus), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), tupai (Callosciurus notatus, C. Prevostii), tupai besar (Ratufa affinis), beruang madu (Helarctos malayanus), dan macan pohon (Neofelis nebulosa).

Danau Sentarum
Danau Sentarum Saat Musim Kemarau. [Istimewa]
Tempat yang menarik selain menikmati keindahan Danau Sentarum yaitu melihat Kehidupan masyarakat yang berada di sekitar taman nasional yaitu suku Dayak Iban, Sontas, Sebaruk, Kenyah dan Punan masih hidup secara tradisional.

Umah panjang (Betang) yang dihuni oleh suku tersebut besar serta luasnya beragam dan merupakan rumah adat yang masih digunakan oleh suku dayak, ada yang dihuni lima sampai delapan kepala keluarga dan ada yang dihuni 15 sampai 30 kepala keluarga.

Rumah panjang yang dihuni kurang lebih 15–30 kepala keluarga, mempunyai panjang rata- rata sekitar 186 meter dan lebar sekitar 6 meter. Kehidupan di rumah betang memperlihatkan suatu kerukunan dan keramahan suku tersebut, biasanya jika anda beruntung akan disambut dengan tarian dayak (pada saat acara tertentu).

Keberadaan danau Sentarum seringkali digunakan sebagai cela untuk dijadikan sebagai lahan perkebunan. Meningkatnya tindakan ilegal logging yang terjadi di sekitar danau sentarum menjadi ancaman tersendiri bagi Danau Sentarum.

Namun, keberadaan Danau Sentarum sepertinya akan terancam dengan adanya pembukaan hutan besar-besaran dengan dalih perkebunan atau illegal logging untuk kepentingan lahan kelapa sawit.

Keberlangsungan keelokan danau sentarum ada pada tangan generasi penerus untuk bersama-sama menjaga. Hamparan banjir luas (floodplain) yang masih dimiliki Indonesia bahkan Asia Tenggara manjadi penting untuk tetap dijaga dan dilestarikan keseimbangan ekosistem yang dimilikinya.

Aset alam yang dimiliki Indonesia tidak harus diekploitasi berlebihan terlebih sampai merusak ekosistem yang ada. Melakukan konservasi ulang akan memakan waktu yang cukup lama unutk mengembalikan pada keadaan yang semula. Go green!

Berikan Komentar Anda

avatar