Aktivitas jual beli di pasar apung pagi hari. Sumber: smashandpeas.com

NEWSWANTARA – Umumnya pasar berada di daratan yang identik dengan keramaian dengan aktivitas transaksi jual-beli. Keberadaan pasar sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan hidup bahkan menjadi penggerak ekonomi. Tidak hanya di daratan saja, sarana aktivitas transaksi jual beli juga dapat dilakukan di atas perairan yakni dengan pasar apung.

Transaksi jual beli yang berlangsung di perairan dikenal dengan istilah pasar apung. Para penjual dan pembeli berada di atas perahu atau sampan mereka masing-masing. Pasar apung Muara Kuin misalnya yang merupakan pasar apung sudah ada sebelum berdirinya Kerajaan Banjar. Aktivitas jual beli di pasar apung Muara kuin tersebut biasanya berlangsung pada pukul 05.00-07.00 WITA.

Di Indonesia, pasar apung yang terkenal terletak di sungai Barito, tepatnya berada di dua kelurahaan yakni Kelurahan Kuin Utara meliputi Muara Kuin dan Sungai Kuin. Selanjutnya, di kawasan Kelurahan Alalak Selatan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dibelah oleh sungai Barito yang besar, Kalimantan Selatan memiliki dua pasar apung yaitu Muara kuin dan Lok Baintan. Secara historis pun pasar apung yang ada di Kalimantan Selatan tidak lepas dengan berdirinya Kerajaan Banjar sekitar tahun 1595.

Secara geografis adanya pasar apung sendiri merupakan bagian dari aktifitas jual beli masyarakat di daerah pesisir (tepi sungai). Untuk menghidupkan ekonomi masyarakat, transaksi juali-beli ini dilakukan di sungai sebagai penghubung jalur perdagangan antar daratan. Ini dikarenakan dari luasnya sungai barito yang mencapai 1.000 meter.

Sungai Barito sendiri menjadi sungai terlebar di Indonesia. Sungai barito membentang dari wiliyah kalimantan Tengah hingga pada wilayah Kalimantan Selatan. Sungai yang memberi penghidupan bagi masyarakat tepi sungai dalam menggerakkan roda perekonomian.

Sungai Barito tidak hanya sebagai daerah aliran melainkan dijadikan pula sebagai pendukung dalam menopang kehidupan masyarakat tepi sungai. Pasar apung juga dapat dijadikan sebagai aset pariwisata dengan ke-tradisionalannya yang unik sebagai daya tarik wisatawan.

Kalimantan Selatan diharapkan mampu menarik wisatawan asing sebanyak mungkin dari apa yang dimiliki sekarang. Menjaga dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bagi generasi muda saat ini dari derasnya pengaruh budaya luar.


Baca Juga :

Berikan Komentar Anda

avatar