Alat Musik Sasando
Sasando, Alat Musik Tradisional Khas Rote (Foto: Fakhri Anindita)

NEWSWANTARA –¬†Sasando merupakan sebuah alat musik tradisional yang sudah sejak lama digunakan oleh masyarakan Rote di Nusa Tenggara Timur, tepatnya sejak adab ke 7. Masyarakat Rote mempercayai bahwa asal mula munculnya Sasando ialah diciptakan oleh seorang pemuda yang terdampar di Pulau Rote. Ia memiliki bakat musik luar biasa yang ditampilkan di hadapan raja. Oleh karena itu, ia diizinkan tinggal di istana hingga menciptakan sebuah alat musik yang indah yakni Sasando. Pemuda itu bernama Sangguana.

Sekilas, tampilan alat musik yang satu ini cukup mirip dengan gitar. Bagian utama memiliki
bentuk tabung panjang dari bambu, sedangkan bagian tengahnya berbentuk melingkar mulai dari atas hingga bawah dan dawai-dawainya terbentang dari tabung atas hingga bawah dengan beberapa ganjalan.

(Baca Juga: Inilah Tahuri, Alat Musik Berupa Terompet Kerang Khas Maluku)

Bahan utama dari alat musik ini ialah bambu, daun lontar dan senar. Sementara struktur
nadanya dibagi menjadi dua jenis yakni sistem pentatonik pada Sasando Gong dengan 12
dawai. Lagu-lagu tradisional adalah musik yang bisa dimainkan dengan Sasando jenis ini.

Struktur nada kedua yakni dengan sistem diatonik dengan 48 dawai, karena itu permainan
musik dengan alat ini menjadi lebih bervariasi. Sasando dengan 48 dawai ini disebut juga
dengan Sasando Biola yang sudah mulai berkembang pada akhir abad ke 18 di Kupang.

Sasando
Sasando (Foto: Kumparan/Nadia Jovita Injilia Riso)

Alat musik ini sering digunakan sebagai pengiring tarian tradisional di Nusa Tenggara Timur. Hingga kini, eksistensi Sasando masih terjaga dan dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Mulai tahun 1960-an, Sasando mengalami modifikasi dan dikembangkan sesuai teknologi menjadi Sasando elektrik oleh seorang Edu Pah, pakar Sasando dari Nusa Tenggara Timur.

(Baca Juga: Musik Dangdut Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia)

Meski begitu, Sasando tradisional yang sesuai dengan desain awalnya masih dapat ditemui
saat ini. Sasando tak hanya didapuk dengan fungsi hiburan saja, namun juga memiliki fungsi lainnya seperti fungsi terapi, fungsi upacara adat, fungsi finansial, dan sebagai produk budaya yang membanggakan.

Dahulu, Sasando bahkan digunakan sebagai media terapi bagi mereka yang terkena penyakit kusta yang pernah mewabah di Pulau Rote. Sementara dari fungsi hiburan, sudah jelas bahwa musik memang banyak digemari oleh manusia karena dapat memberikan efek ketenangan, pengiring lagu atau tarian dan masih banyak fungsi hiburan lainnya.

Sedangkan dalam proses upacara adat, Sasando juga sering dilibatkan untuk mengiringi
berbagai macam prosesi. Beberapa upacara adat di antaranya ialah pernikahan, penyambutan tamu dan lain sebagainya.

Fungsi yang tak kalah menarik ialah fungsi finansial, dimana Sasando dapat dijadikan sumber penghasilan baik itu dari penjualan atau dengan memainkan Sasando sebagai hiburan bagi para turis atau masyarakat setempat hingga membuka les bermain Sasando. Tentunya menjadi sebuah kebanggaan bisa memiliki Sasando sebagai salah satu alat musik tradisional khas daerah Indonesia yakni Rote, Nusa Tenggara Timur.