Kaldron api
Kaldron api "Bilah Nusantara" yang terletak di depan stadion utama GBK. [Foto: Kumparan / Helmi A]

NEWSWANTARA – Kaldron api yang terletak tepat di depan stadion utama Gelora Bung Karno adalah ikon baru hasil karya kolaborasi dari seniman Sunaryo dan arsitek Gregorius Supie Yolodi sebagai penempatan api abadi Asian Games 2018. Kaldron api yang terinspirasi dari keris, salah satu senjata khas Indonesia yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia ini diberi nama “Bilah Nusantara”.

Kaldron api tersebut diletakkan secara horizontal dengan panjang 95 meter tepat di depan stadion utama, GBK. Letak kaldron yang sengaja dibuat horizontal untuk melambangkan kedamaian, perdamaian, dan sportivitas, serta menggambarkan sesuatu yang sportif dan energik seperti jargon Asian Games 2018, “Energy of Asia“.

Baca Juga:

Kaldron dibuat setinggi 18 meter dengan 8 titik nyala api dan pola pada badan kaldron jika disatukan panjangnya mencapai 2018 meter yang merepresentasikan tanggal pembukaan Asian Games, 18 Agustus 2018.

Proporsi kaldron sengaja dibangun tak melampaui tinggi GBK dengan tingkat kemiringan yang sama seperti stadion utama, agar instalasi seni ini menyatu dengan bangunan ikonik tersebut.

Diperlukan 700 lembar lempeng tembaga yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia untuk membuat kaldron ini serta dikombinasi dengan struktur baja dan besi pada bagian merah kaldron. Konstruksi dimulai sejak awal mei dengan pengajuan desain dari januari 2018.

Saat upacara penutupan Asian Games 2018 api di kaldron dimatikan sebagai penanda berakhirnya Asian Games 2018. Meski nantinya tanpa api, karya anak bangsa ini akan tetap berdiri kokoh di kompleks Gelora Bung Karno sebagai hadiah untuk warga Jakarta.

Berikan Komentar Anda

avatar