Masjid Katangka
Masjid Al Hilal atau Masjid Katangka merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan (Foto: Fauzi Amiruddin)

NEWSWANTARA – Keberadaan masjid selain sebagai rumah peribadatan bagi warga muslim, di tanah nusantara masjid juga menjadi bukti dimulainya penyebaran agama Islam, Masjid Katangka salah satunya, masjid yang berada di Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini telah menjadi saksi penyebaran agama Islam di nusantara pada masa lampau.

Masjid Al Hilal atau yang lebih dikenal dengan nama Masjid Tua Katangka merupakan masjid tertua di Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV Mangarangi Daeng Manrabbia atau dikenal dengan Sultan Alauddin. Ia adalah  Raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam.

Baca Juga: Masjid Saka Tunggal Jadi Masjid Tertua di Indonesia

Ketika memasuki bagian dalam Masjid akan sangat terasa sekali unsur-unsur akulturasi budaya yang begitu kuat. Hal itu mengingat Masjid Katangka didirikan pada abad ke-17, tepatnya pada tahun 1603. Hingga kini usia Masjid Katangka sekitar 400 tahun.

Pada bagian tengah ruangan masjid terdapat empat pilar utama masjid berwarna putih yang berbentuk silinder cembung bergaya Portugis, pilar-pilar ini sekaligus menjadi simbol hubungan kerajaan Goa dengan bangsa Eropa. Sedangkan nuasa Arab terlihat pada bentuk mihrab masjid. Dinasti Han dari tiongkok juga memiliki pengaruh pada masjid yang terlihat pada bagian mimbar masjid yang memiliki gaya sentuhan ornamen khas Tiongkok.

Masjid Tua Al Hilal Katangka
Suasana didalam Masjid Katangka (Foto: Istimewa)

Sementara atap masjid ini berbentuk menyerupai rumah joglo khas Jawa, bentuk ini meniru masjid Agung Demak, bentuk tersebut sekaligus menjadi simbol persahabatan antara kerajaan Demak Islam dengan Kerajaan Goa pada masa lampau.

Baca Juga: Jejak Laksamana Cheng Ho Syiar Agama Islam di Indonesia

Masjid ini memiliki enam jendela yang bermakna rukun iman dan lima pintu yang bermakna rukun islam. Atap masjid yang memiliki dua lapis itu mengartikan dua kalimat syahadat, tiang yang empat juga menggambarkan empat sahabat nabi (khulafaur rasyidin).

Di halaman masjid terdapat makam raja, keluarga, punggawa kerajaan Gowa dan alim ulama dan makam Sultan Hasanuddin beserta keluarganya. Di sisi barat, timur dan selatan masjid juga terdapat makam. Tak hanya keluarga dan punggawa kerajaan Gowa yang dimakamkan di sekitar Masjid Katangka, imam masjid juga mendapat tempat istimewa bersama keluarga raja untuk dimakamkan.

Baca Juga: Aceh dan Islam Indonesia, Sebuah Simbol Budaya Toleransi

Masjid Al Hilal Katangka pada saat ini dijadikan sebagai cagar budaya pelestarian Sulawesi Selatan. Sekaligus menjadi destinasi wisata religi bagi para wisatawan Tanah Air maupun luar negeri. Masjid Katangka telah menjadi saksi bisu perjuangan dan perjalanan dalam menyebarkan agama Islam khususnya di Sulawesi Selatan pada masa pemerintahan Sultan Alauddin.