Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal menyimpan cukup banyak sejarah dalam perkembangan bangsa Indonesia di awal kemerdekaannya. (Foto: Shutterstock/Dinarrizkikhairul)

NEWSWANTARA – Indonesia merupakan salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di Asia. Tidak heran, Anda dapat dengan mudah menemukan masjid di berbagai kota di penjuru Indonesia. Menariknya, di antara ribuan masjid di Indonesia, terdapat sebuah masjid terbesar yang menyimpan cukup banyak sejarah dalam perkembangan bangsa Indonesia di awal kemerdekaannya yakni Masjid Istiqlal.

Karena faktor sejarah yang melekat didalamnya, hal inilah yang membuat masjid yang terletak di ibu kota Indonesia, Jakarta ini sering dikunjungi berbagai penjabat penting hingga para masyarakat yang ingin beribadah dan mengenal lebih dalam mengenai Islam dan sejarah Masjid Istiqlal yang megah ini.

Nah, untuk lebih mengenal sejarah masjid yang megah dan mewah ini, berikut sedikit ulasan pembangunan, lokasi hingga sarana dan prasana yang ada di Masjid Istiqlal.

Pembangunan Masjid Istiqlal

Setelah Indonesia merdeka, muncul gagasan untuk mendirikan masjid nasional sebagai simbol bangsa di awal kemerdekaan. Maka pada tahun 1950, Menteri Agama saat itu dan ketua Partai Syarikat Islam beserta sejumlah tokoh Islam mengadakan pertemuan untuk membangun masjid terbesar di tanah air ini.

(Baca Juga: Masjid Katangka Jadi Saksi Bisu Penyebaran Agama Islam di Nusantara)

Setelah terbentuk panitia pembangunan dan menentukan lokasi pembangunan, diadakanlah sayembara rancang bangun masjid. Dalam sayembara ini, lahirlah desain masjid yang memenuhi nilai bangsa. Rancangan tersebut dibuat oleh Fredrerich Silaban dengan desain sandi ketuhanan.

Sementara itu Masjid yang menjadi ikon Republik Indonesia ini diberi nama “Istiqlal” karena secara harfiah dalam bahasa Arab Istiqlal berarti ‘kebebasan, lepas, merdeka’ yang menggambarkan rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat kemerdekaan. Karena Masjid Istiqlal didirikan di atas semangat kebangsaan.

Pada tanggal 24 Agustus 1961, Presiden Soekarno selaku panitia pembangunan melakukan pemancangan tiang pertama Masjid Istiqlal disaksikan oleh ribuan umat Islam. Sayangnya hingga tahun 1965, pembangunan masjid megah ini terkendala berbagai hal, baik situasi politik hingga pendanaan.

(Baca Juga: Jejak Laksamana Cheng Ho Syiar Islam di Indonesia)

Panitia pembangunan pun terpaksa dirombak agar pembangunan kembali berjalan. Dan tujuh belas tahun kemudian, masjid terbesar di Asia Tenggara ini pun telah selesai dan diresmikan oleh presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Pembanguan ini pun menelan biaya APBN 7 miliar Rupiah dan 12 juta Dollar AS.

Lokasi Masjid

Pada awalnya, masjid ini diusulkan untuk didirikan di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Namun, Bung Karno memilih membangunnya berdampingan dengan Gereja Katedral, rumah ibadah umat Katolik. Sehingga, Istiqlal dan Katedral dapat menjadi salah satu simbol toleransi. (Foto: Dok/Antara)

Masjid nasional ini terletak di bekas taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka atau Monas. Terletak di pusat ibukota Jakarta, Masjid Istiqlal berdekatan dengan Gereja Katedral Jakarta. Kompleks masjid bersejarah ini juga sudah memiliki daya tampung parkir kendaraan hingga 800 unit. Terdapat lima akses pintu yang membuat masjid ini mudah dikunjungi saat ada kegiatan-kegiatan penting.

Sarana Dan Prasana Masjid

Masjid Istiqlal ini mengusung gaya arsitektur Islam modern internasional. Maka dari itu, bangunan tampak minimalis mengingat Indonesia berada di kawasan beriklim tropis. Masjid ini memiliki berbagai bangunan yang mampu menampung hingga 200 ribu jamaah. Gedung utama masjid ini memiliki 2.361 tiang pancang dengan panjang bangunan 100 meter, lebar 100 meter, dan tinggi gedung 60 meter.

Gedung ini memiliki dua lantai. Lantai pertama digunakan sebagai area perkantoran dan ruang pertemuan. Dan lantai kedua digunakan untuk sholat berjamaah yang mampu menampung 16 ribu orang. Menariknya, terdapat taman seluas 4,2 Ha yang dibagi menjadi 23 lokasi sesuai dengan nama pohon yang ada. Hal ini kian membuat suasana Masjid Istiqlal nyaman untuk beribadah maupun berwisata. Komplek sekitar masjid dirancang sedemikian rupa untuk melengkapi sejarah Masjid Istiqlal yang menarik.