Rumah adat Lombok
Kondisi rumah adat di Dusun Beleq, Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. [Pict : Istimewa]

NEWSWANTARA – Bencana gempa bumi yang menerjang Pulau Lombok menyisahkan duka bagi masyarakat Lombok. Banyak bangunan rata dengan tanah yang mayoritas bangunnnya terbuat dari beton. Akan tetapi rumah adat di Desa Sembalun masih berdiri kokoh dari goncangan gempa yang menerjang Lombok.

Rumah adat yang terdapat di Desa Sembalum memang sedikit berbeda dengan rumah adat suku sasak yang membentuk setengah lingkaran. Tepatnya di Dusun Beleq yang merupakan dusun yang telah ada sejak 200 tahun lalu.

Baca juga : Berkunjung Ke Desa Teletubbies, Desa Unik di Yogyakarta

Rumah-rumah di Dusun Beleq ini Lantainya dibuat dari adukan tanah dengan kotoran sapi, berfungsi menghalau nyamuk. Rumah ini dibangun dengan kayu jenis Suren Ritip untuk tiang rumah dan kayu pohon Nangka untuk tiang lumbung. Selain itu, atap rumah ini terbuat dari bambu dan atap ilalang.

Mayoritas rumah adat di Komplek ini masih menggunakan material tradisional dalam pembangunannya. [Pict : Istimewa]

Rumah dibuat tinggi karena untuk berlindung dari serangan binatang buas. Selain itu, atap yang memutar membuat hawa dingin tidak bisa masuk ke dalam rumah. Terdapat 7 buah rumah adat di dalam komleks Desa Beleq, 2 geleng tempat penyimpanan harta benda, 1 bale malang atau langgar tempat rapat dan beribadah.

Terdapat juga satu batu bertuah yang disebut pasek gumi, didekat pasek gumi terdapat batu delpak yang berfungsi sebagai kendaraan wali/pengulu ketika hendak patroli khusus untuk keamanan kedatuan tanak sembahulun (patroli untuk menjaga keamanan desa sembalun).

Baca juga : Melihat Takjub Keunikan Desa Wae Rebo Sebagai Warisan Budaya Dunia

Fenomena ini seakan membawa pesan dari bencana yang terjadi di Lombok. Kekokohan rumah adat di Desa Sembalun membuktikan pada generasi sekarang agar bisa lebih menghargai alam. Apa yang disediakan oleh alam sudah cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan manusia.

Belajar kembali mencintai alam menjadi kewajiban manusia untuk tetap menjaga dan melestarikannya. Rumah adat Desa Sembalum menunjukkan bahwa kokohnya bangunan tersebut mengingat bahan yang dipakai memanfaatkan hasil hutan yang dibangun menyesuaikan dengan kebutuhan bangunan tersebut. Inilah bukti keseimbangan yang dimaksud.


Dikelolah dari berbagai sumber 

Berikan Komentar Anda

avatar