Satlinmas
Satlinmas. [Istimewa]

NEWSWANTARA – Pertahanan sipil (Hansip) memiliki peran penting dalam lingkungan masyarakat. Sebab dari dulu hingga sekarang tugas serta fungsi pokok Hansip tidak berubah, yakni membantu penanggulangan bencana, membantu keamanan, membantu kegiatan sosial kemasyarakatan, membantu ketentraman, ketertiban dan keamanan dalam penyelenggaraan pemilu dan membantu upaya pertahanan negara.

Hansip yang saat ini namanya berubah menjadi Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) selalu ada dalam setiap kelurahan atau desa dengan jumlah minimal 16 orang personel. Jumlah tersebut terdiri dari kepala satuan tugas, komandan regu serta anggota. Akan tetapi jika dalam kelurahan tidak sampai pada jumlah tersebut tidak masalah, yang terpenting dalam kelurahan terdapat Satlinmas.

Anggota Satlinmas berasal dari masing-masing kelurahan atau masyarakat di wilayah tersebut. Persyaratan menjadi Satlinmas di antaranya harus berusia minimal 18 tahun hingga 60 tahunan. Selain itu mereka mesti memiliki kondisi fisik yang kuat dan sehat.

Walaupun dari namanya “Satuan Perlindungan Masyarakat”, Satlinmas bukanlah sebuah profesi, melainkan sebuah pengabdian masyarakat terhadap lingkungannya. Sebab jika berbicara mengenai profesi tentu akan ada upah yang dihasilkan.

Namun Satlinmas tidaklah mendapatkan upah, mereka hanya mengantongi upah ketika ada kegiatan-kegiatan di wilayahnya. Itu pun tidak seberapa lantaran disesuaikan dengan kemampuan kelurahan di suatu daerah tersebut.

Terlebih lagi di perkotaan, meskipun setiap kelurahan diharuskan ada Satlinmas namun mereka tidak terlalu menonjol dibandingkan di daerah. Hal itu karena frekuensi kegiatan di kota sedikit yang melibatkan Satlinmas. Berbagai kegiatan di perkotaan dijaga oleh Satpol PP dan Polri. Tapi Satlinmas tetap membantu meski bukan sebagai ‘pemeran utama’.

Jika di daerah segala bentuk kegiatan melibatkan tenaga Satlinmas. Tentu peran dan fungsi mereka begitu penting bagi masyarakat. Berdasarkan Permendagri nomor 84 tahun 2014 tercantum bahwa “Satlinmas berhak mendapatkan biaya operasional”.

Namun Permendagri tersebut tidak menyebutkan secara spesifik jumlah insentif yang didapatkan Satlinmas setiap bulan. Hal tersebut tentu sangat memprihatinkan, pasalnya nasib Satlinmas tergantung kepada kemampuan keuangan daerah. Dapat dikatakan jika Satlinmas bekerja dengan sukarela tanpa berharap besar kepada pendapatan.

Berikan Komentar Anda

avatar