tebu transgenik
Buruh memanen tebu untuk dikirim ke pabrik gula di Ngawi, Jawa Timur, [Pict: ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

NEWSWANTARA – Pengembangan tanaman transgenik di Indonesia telah menuai hasil. Varietas tebu tahan kering hasil penelitian Center for Development of Advanced Science and Technology (CDAST) Universitas Jember (Unej), Jawa Timur berhasil menarik minat perusahaan-perusahaan Asing. Produk Rekayasa Genetika (PRG) ini menjadi produk unggulan Indonesia di bidang agrobisnis.

Swasembada gula yang menjadi target pemerintah dapat dilakukan dengan penambahan areal tanam tebu. Variatas tebu genetik memberi peluang baru bagi Indonesia untuk bisa mewujudkan swasembada gula yang dicanangkan tahun 2019.

Prof. Bambang Sugiharto orangnya, sosok dibalik penemuan varietas unggulan Indonesia ini. Guru Besar Bidang Ilmu Biokimia Tanaman Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember menjalankan ekperimennya di lingkungan PTPN XI yang berkerjasama dengan peneliti PT. Ajinomoto.

Baca juga : Agro-Nanoteknologi Untuk Pertanian Indonesia

Penelitian ini mulai sejak tahun 1994 dan baru pada tahun 2003 lalu berhasil menemukan tebu transgenik yang memiliki rendemen tinggi. PRG yang bernama resmi NXI-4T sudah menjadi produk tanaman rekayasa genetika yang saat ini telah dikembangkan secara komersial di dunia. Penelitian ini juga dimuat dalam jurnal internasional Nature Biotechnology yang bermarkas di Inggris.

Informasi dari PTPN XI yang dikutip dalam laman National geographic Indonesia menyebutkan bahwa tidak hanya Jepang, ada juga perusahaan dari Brazil, Argentina serta Philipina yang tertarik dengan varietas tebu tahan kering. Pencapaian ini, menurut Prof. Bambang Sugiharto bahwa Indonesia telah membuktikan dan sudah di akui oleh dunia internasional.

Untuk introduksi tebu hasil rekayasa genetika akan dikeluarkan sertifikat keamanan terhadap lingkungan dan pangan untuk bisa digunakan secera merata oleh petani. Ada pun sertifikat untuk keamanan pangan masih dalam proses pengkajian di Kementerian Pertanian.

Keunggulan variates ini produksinya bisa mencapai 20-30 persen lebih tinggi daripada tebu jenis lain pada saat ditanam di lahan kering. Riset transgenik ini dilakukan juga pada padi. Penelitian tentang tanaman transgenik diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan di Indonesia. (©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar