Liburan Ala Generasi Milenial
Dengan kecanggihan zaman dan tebukanya segala informasi, tak sulit bagi para millenial untuk mendapatkan apa yang mereka mau, termasuk untuk bepergian dengan biaya seminimal mungkin. (Foto: Istimewa)

NEWSWANTARA – Traveling atau bepergian saat ini telah menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi banyak kalangan, termasuk bagi para generasi milenial. Di tengah kesibukan dan kepadatan jadwal kuliah, sekolah atau pekerjaan, traveling seperti memberi “embusan” semangat baru bagi milenial saat ini. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga memproyeksikan, wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama.

Kemenpar memprediksi pada tahun 2030 yang akan datang pasar pariwisata Asia akan didominasi oleh para wisatawan milenial yang berusia 15-34 tahun dengan persentase mencapai 57 persen. Bahkan, pasar pariwisata di Indonesia pada tahun 2019 akan menjangkau lebih dari 50 persen para generasi milenial di Tanah Air.

(Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Karakteristik Generasi Milenial)

Hal tersebut tentunya mejadi kesempatan tersendiri bagi pariwisata Indonesia untuk terus mengoptimalkan fasilitas guna menjangkau wisatawan milenial, baik wisatawan mancanegara (wisman) ataupun wisatawan nusantara (wisnus).

Selain menjadi konsumen bagi sektor pariwisata, pada hakekatnya para generasi milenial ini juga dapat menjadi pemain utama dalam mengoptimalkan sektor pariwisata di Indonesia. Apalagi, saat ini telah banyak tersedia program studi pariwisata dan perhotelan yang terdapat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Para mahasiswa jurusan pariwisata ini malahan mempunyai peluang untuk melaksanakan magang di hotel bintang lima, baik di dalam negeri ataupun di luar negeri. Setelah lulus, banyak alternatif karier yang dapat mahasiswa pilih, di antaranya menjadi Executive Chef Pastry Chef, Executive Housekeeper, Food and Beverage Manager, Room Division Manager, Barista, Sommeller, Kitchen Artist dan Bartender.

(Baca Juga: Generasi Milenial Indonesia Jadi Wisatawan Paling Spontan Dalam Mempersiapkan Liburan)

Sementara itu para mahasiswa lulusan program studi Business Hotel Management. Di jurusan pariwisata ini, mahasiswa akan mempelajari bagaimana menjadi pengelola hotel atau pengusaha hotel. Tidak cuma itu, mahasiswa juga akan mempelajari seluk-beluk ilmu masakan sesuai dengan perkembangan zaman.

Banyak alternatif karier yang dapat mahasiswa jalani setelah lulus dari studi Business Hotel Management, diantara yakni menjadi Accommodation Manager, Accommodation Business Owner, Catering Manager, Hotel Manager, Restaurant Owner, serta Cooking Instructor.

Restaurant Owner
Menjadi Restaurant Owner adalah salah satu alternatif karier yang dapat di jalani mahasiswa setelah lulus dari studi Business Hotel Management. (Foto: Istimewa)

Pada program studi Pariwisata, mahasiswa akan mempelajari bagaimana menjadi pelaku wisata, seperti merancang sebuah destinasi pariwisata bertaraf dunia (Tourism Destination Planner), mengontrol dan memimpin perjalanan (Tour Leader), atau bahkan merancang event pada destinasi wisata tertentu (Event Planner).

(Baca Juga: Aktif, Kreatif dan Produktif Cerminan dari Generasi Muda)

Dengan menggeluti bidang pariwisata seperti profesi-profesi di atas, tentu banyak manfaat yang dapat dirasakan. Sebagai contohnya profesi Tour Leader. Di samping menerima penghasilan utama berupa gaji dari perusahaan, Anda juga dapat mendapatkan tip dari tamu yang Anda bawa.

Tidak cuma itu, Anda bahkan dapat berkesempatan traveling secara grartis tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun, yang pada akhirnya, cita-cita untuk mengelilingi dunia bukan jadi hal yang mustahil.

Selain Tour Leader, banyak pula profesi lain pada sektor pariwisata yang menawarkan banyak manfaat, salah satunya yakni menjadi Restaurant Owner. Sebagai pemilik restoran, tentu Anda dapat menghasilkan banyak pundi-pundi uang. Apalagi, saat ini bisnis restoran atau kafe sedang menjamur di Indonesia.

Hal ini juga berhubungan dengan munculnya metode pembayaran uang digital yang ikut serta dalam meramaikan bisnis food and beverage. Di sisi lain, Anda bahkan dapat mengembangkan bisnis restoran/kafe dengan membuka cabang baru di semua wilayah Indonesia atau pun mancanegara. cukup Menarik, bukan?