Generasi milenial
Generasi milenial dinilai memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi yang lebih baik dibandingkan dengan generasi di atasnya. (Foto: Istimewa)

NESWANTARA – Apa Itu Generasi Milenial? Awal ada istilah millenials berasal dari dua tokoh penulis, yakni William Strauss dan Neil Howe. Dalam tulisan mereka sebenarnya tidak disebutkan secara gamblang makna dari siapa yang masuk dalam kelompok ini, akan tetapi berjalannya waktu mereka menggolongkan kaum ini berdasarkan periode kelahiran. Mereka yang lahir pada 1980-1990 hingga periode awal 2000-an itulah yang masuk dalam kelompok ini.

Esai dari Mannheim menerangkan mengenai beberapa generasi yang ada di dunia. Dalam penelitian berjudul “The Problem of Generation” manusia bisa mempengaruhi satu sama lain kemudian membentuk karakter mereka karena melewati massa sosio-sejarah yang sama. Generasi-generasi ini kemudian terbagi menjadi beberapa klasifikasi mulai dari generasi depresi, Perang Dunia II, Generasi pasca perang dunia, lalu ada baby boomer I, baby boomer II, Generasi X, Generasi Y atau yang sering disebut milenial, lalu era sekarang masuk ke generasi Z.

Era Industri 4.0 di Indonesia

Ketika Generasi Y yang mengalami masa transisi dari mereka yang belum mengenal internet hingga orang-orang dengan generasi pengakses internet pertama membawa karakter tersendiri. Perubahan ini pun terjadi pada dunia industri yang mengubah pola kerja mereka yang terdahulu kemudian menggunakan internet dalam industrinya. Sebelumnya dalam industri mengenal pola-pola berdasarkan masa revolusinya dan salah satu revolusi keempat atau 4.0.

(Baca Juga: Mengenal Lebih Jauh Karakteristik Generasi Milenial)

Dunia industri mengalami perubahan besar sesuai dengan revolusinya masing-masing, dalam periode ke empat ini terjadi penggabungan antara teknologi otomatis dengan teknologi cerdas atau cyber. Kendali yang dulu ada di mesin sekarang ditambah dengan teknologi cyber yang semakin mempermudah pekerjaan.

Di Indonesia sendiri hal tersebut sudah mulai dijalankan ketika internet mulai masuk pada pertengahan 1990-an. Setiap perusahaan mengimplementasikan rencana industri 4.0 berdasarkan kesesuaian antara mesin dan perangkat serta sumber daya manusia untuk saling berkaitan yang dalam revolusi ini disebut Internet of Things (IoT) atau internet untuk segalanya.

(Baca Juga: Kesiapan Indonesia Menghadapi Industri 4.0)

Jalinan keterkaitan antara manusia dengan mesin dan perangkat cyber membantu secara teknis bagi manusia untuk melakukan pekerjaan yang berat, penuh resiko dan tidak menyenangkan kini dapat dijalankan dengan mesin dan perangkat dengan mudah. Kemampuan siber-fisik ini memudahkan untuk mengambil keputusan mandiri dan menghasilkan yang lebih baik. Sisi positif era industri ini adalah semakin transparansinya informasi yang diperoleh dan makin banyaknya perusahaan atau pabrik dengan sistem digital dengan data sensor.

Keterkaitan Era Industri 4.0 Dengan Generasi Milenial

Generasi Y ini biasanya disebut lebih baik karena mereka masih mengalami transisi dari sebelum dan sesudah internet. Mereka yang masih bisa berkomunikasi sosial dan melakukan kontak sosial dengan masyarakat langsung sering melakukan kritik terhadap fenomena sosial. Dan mereka juga dikenal dengan generasi yang tidak pelit untuk berbagi dan karena masa peralihan ini mereka lebih multitasking.

Lalu, apa hubungan antara generasi milenial dan industri 4.0? Buat anda yang lahir pada kategori di atas mengalami perubahan industri dari 3.0 hingga 4.0 atau biasa disebut era revolusi industri ke-4 sebagai bagian dari generasi milenial karena banyak diantara generasi ini adalah generasi yang kreatif dan menciptakan industri yang penuh dengan tuntutan inovasi dan kompetisi tinggi.