pict : panoramio.com

NEWSWANTARA – Berbicara mengenai Mojokerto pasti tak lepas dari sejarah yang pernah terjadi di negeri ini. Salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini menyimpan banyak warisan sejarah.

Kabupaten yang dulunya merupakan pusat pemerintahan dari kerajaan Majapahit, kerajaan terbesar di nusantara yang terletak di kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Ribuan situs sejarah masih tersimpan rapi di Mojokerto.

Salah satu situs sejarah yang terkenal dan sering diperbincangkan banyak orang adalah Petirtaan Jolotundo yang memiliki kualitas air terbaik peringkat 3 dunia. Petirtaan ini merupakan sebuah bangunan masa lampau yang dulu merupakan pemandian atau kolam yang dibuat pada masa kerajaan Kahuripan.

Petirtaan Jolotundo terletak di desa Seloliman, Trawas, Kabupaten Mojokerto, tepatnya terletak di lereng Gunung Bekal, yaitu salah satu puncak Gunung Penanggungan. Petirtaan Jolotundo memiliki panjang 16,85 M, lebar 13,52 M dan kedalaman 5,20 M dengan material utama dari batu andesit.

Data sejarah yang sangat penting yang berhubungan dengan situs purbakala ini adalah angka 899 saka yang dipahatkan sebelah kanan dan tulisan “Gempeng” disebelah kiri dinding belakang. Menurut sejarahnya, petirtaan ini merupakan kolam cinta yang dibangun oleh Udayana, raja Bali, yang menikah dengan putri Guna Priya Dharma dari Jawa.

Dari perkawinan tersebut lahirlah Airlangga pada 991 M. Lalu pada tahun 997 M, raja Udayana membangun kolam ini, sesuai dengan angka yang tertera di dinding kolam, yang disiapkan untuk menyambut kelahiran putrannya yakni Prabu Airlangga.

sumber mata air Jolotundo, pict : detik.com
sumber mata air Jolotundo, pict : detik.com

Bangunan candi yang terbuat dari batu andesit ini memang menampakkan keistimewaan. Pahatan relief yang halus, menandakan jika proses pembuatannya membutuhkan tenaga terampil. Juga bentuk bangunan yang terkesan tidak biasa dengan 52 pancuran airnya.

Ratusan ikan berbagai jenis, tumbuh liar di kolam bagian bawah. Meski demikian, tak satupun pengunjung yang berani mengambik ikan-ikan tersebut. Mereka percaya, mengambil ikan di lokasi ini akan berbuntut petaka. Lantaran itu, pengunjung lebih memilih memberi makan ikan dari pada mengambilnya.

Sebagai salah satu warisan sejarah Indonesia, petirtaan Jolotundo ini semakin unik karena memiliki debit air yang tak pernah kering, walaupun di saat musim kemarau. Memiliki kandungan mineral yang tinggi, membuat air dalam kolam Jolotundo dinyatakan sebagai air terbaik di dunia “Penelitian tahun 1985, kualitas air di petirtan Jolotundo menduduki rangking 5 dunia (BP3 Trowulan).

Penelitian kedua juga dilakukan arkeolog Belanda pada tahun 1991. Hasilnya, kualitas air petirtan Jolotundo menduduki peringkat 3 dunia. Tentu saja hasil itu bukan main-main. Karena ternyata, kandungan mineral air petirtan ini sangat tinggi. Itupun bisa dibuktikan jika kita menyimpan air ini dalam jangka waktu yang lama.

Pada hari-hari tertentu petirtaan ini dijadikan tempat ritual bagi sebagian orang untuk mencari keberkahan. Disekitar candi, disediakan pendopo, gazebo untuk menikmati suasana pegunungan yang sejuk dan nyaman.

Berikan Komentar Anda

1 Komentar Pada "Situs Sejarah Petirtaan Jolotundo"

avatar
Fajrul Umam
Member

Airnya bisa bikin awet muda tuh