Gunung Krakatau Purba
Gunung Krakatau Purba (Ilustrasi)

NEWSWANTARA – Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki banyak gunung, bahkan banyak gunung yang masih aktif hingga saat ini. Salah satu gunung yang paling terkenal di Indonesia adalah gunung Krakatau. Banyak hal menarik yang akan Anda ketahui ketika mengulas tentang sejarah Gunung Krakatau, ada sejumlah fakta-fakta unik di dalamnya.

Gunung Krakatau sendiri terletak di Selat Sunda, yakni berada di perbatasan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Menurut penelitian, Gunung Krakatau sudah terbentuk sejak jaman purba. Itu berarti usia Gunung ini sudah sangat tua dan masih menjadi gunung vulkanik aktif hingga saat ini. Berikut ini adalah sedikit ulasan mengenai sejarah Gunung Krakatau dan fakta-fakta di dalamnya.

Sejarah Letusan Gunung Krakatau

Letusan Gunung Krakatau menjadi salah satu letusan gunung yang paling besar di Bumi. Berdasarkan penelitian terhadap Gunung Krakatau, pada awalnya Gunung Krakatau memiliki ketinggian hingga 2000 meter di atas permukaan laut.

(Baca Juga: Sejarah Gunung Bromo dan Tradisi Upacara Kasada)

Hingga pada tanggal 27 Agustus 1883 Gunung Krakatau mengalami letusan dahsyat yang kemudian menghilangkan hampir 2/3 dari bagian Gunung Krakatau itu sendiri. Letusan Gunung ini terasa di hampir seluruh permukaan bumi. Banyak yang mengatakan bahwa meletusnya Gunung Krakatau menjadi salah satu penyebab hancurnya beberapa peradaban pada waktu itu.

Letusan maha dahsyatnya Gunung Krakatau menjadi salah satu sejarah letusan Gunung yang paling mendunia. Bahkan hingga saat ini letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 masih menjadi sejarah yang banyak bicarakan.

Munculnya Gunung Anak Krakatau

Banyak hal yang terjadi setelah letusan dahsyat Gunung Krakatau pada tahun 1883, salah satunya adalah munculnya Anak Krakatau. Anak Krakatau muncul setelah letusan Gunung Krakatau, para ahli mengatakan bahwa Anak Krakatau adalah bagian dari Gunung Krakatau yang terpecah akibat pergeseran vulkanik.

Uniknya sejak kemunculannya, Anak Krakatau memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Anak Krakatau terus tumbuh dan lebih tinggi, bahkan hingga 20 inci per bulan. Jika hal ini terus terjadi, beberapa dekade ke depan Anak Krakatau akan lebih tinggi dibandingkan Gunung Krakatau itu sendiri. Menariknya, Anak Krakatau juga menjadi Gunung vulkanik aktif hingga saat ini.

Anak Krakatau Menjadi Destinasi Wisata Yang Ramai Dikunjungi

Saat ini Anak Krakatau menjadi salah satu destinasi wisata unik yang banyak didatangi wisatawan. Bahkan banyak yang melakukan pendakian hingga ke Puncak Anak Krakatau. Namun setelah letusan Anak Krakatau pada tahun 2011, wisatawan tidak lagi diperbolehkan untuk melakukan pendakian hingga ke puncak, hanya dibatasi pada ketinggian 200 meter di atas permukaan laut saja.

(Baca Juga: Legenda Dan Fakta Geologis Terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu)

Meskipun begitu, Anak Krakatau terus didatangi wisatawan, baik wisatawan lokal ataupun mancanegara. Panorama alam yang indah dan pemandangan Gunung Krakatau yang melegenda menjadi salah satu faktor yang menjadi daya tarik wisatawan.

Anak Krakatau Menjadi Salah Satu Gunung Paling Aktif Di Indonesia

Sejak kemunculannya, banyak keunikan yang terdapat di dalam Gunung Anak Krakatau. Selain bertambah tinggi dengan cepat, Anak Krakatau menjadi salah satu Gunung Paling aktif di Indonesia. Gunung ini tercatat sudah mengalami belasan kali letusan hingga saat ini.

Banyak ilmuwan yang memprediksi Anak Krakatau akan menjadi Gunung aktif yang besar dan tinggi, mengingat pertumbuhannya yang sangat cepat. Bahkan suatu saat nanti mungkin Anak Krakatau akan mengalami letusan besar seperti Gunung Krakatau. Jika itu terjadi, tentu saja akan menjadi salah satu letusan Gunung yang sangat mengerikan.

Itulah sedikit ulasan mengenai sejarah Gunung Krakatau yang mendunia. Gunung ini menjadi salah satu Legenda di Indonesia dan sangat terkenal hingga di seluruh dunia, bahkan letusan Gunung Krakatau pernah digambarkan dalam sebuah film.

Berikan Komentar Anda

avatar